alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Selundupkan 7,2 Kg Sabu dari Malaysia dalam Kompresor

08 Januari 2021, 02: 06: 29 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyoningrum (kanan) dan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Aris Sudarminto (bertopi) menunjukkan barang bukti 7,2 kg sabu yang diselundupkan dalam kompresor dan tersangka Sirun, warga Sampang, Madura

RILIS: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyoningrum (kanan) dan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Aris Sudarminto (bertopi) menunjukkan barang bukti 7,2 kg sabu yang diselundupkan dalam kompresor dan tersangka Sirun, warga Sampang, Madura (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Penyelundupan narkoba dari Malaysia dengan memakai modus pengiriman barang lewat paket ekspedisi kembali dapat digagalkan. Penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu (SS) ini awalnya diketahui oleh pihak Bea Cukai Tanjung Perak. Kemudian, informasi dilanjutkan ke Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang berhasil melakukan pencegahan dan mengamankan seorang tersangka yakni Sirun, 29, warga Sampang, Madura, selaku penerima paket. 

Saat dibuka, paket yang berisi kompresor warna biru itu ternyata tidak murni berisi mesin penambah tekanan udara tersebut. Usai dibongkar dengan las, di dalam mesin kompresor tersebut berisi bungkusan/paket sabu seberat 7,239 kilogram.

"Dari penyidikan, sabu tersebut dikirim dari Malaysia oleh seseorang bernama NR. Saat ini masih kami tetapkan sebagai DPO (buron, Red)," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyoningrum, Kamis (7/1). 

TERDETEKSI: Meski dimasukkan ke dalam mesin kompresor yang tebal, paket sabu itu dapat diketahui.

TERDETEKSI: Meski dimasukkan ke dalam mesin kompresor yang tebal, paket sabu itu dapat diketahui. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Penggagalan penyelundupan narkoba itu bermula ketika pihak Bea Cukai Tanjung Perak mencurigai sebuah paket yang diterima melalui ekspedisi PT Fazza Inti Logistik. Paket yang dilaporkan berupa kompresor itu disimpan di dalam gudang di Jalan Kalianak Barat, Surabaya.

Pihak Bea Cukai akhirnya berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. "Anggota kami lantas melakukan delivery order dengan menyamar sebagai pegawai ekspedisi untuk mengirimkan paket," tutur Kapolres. 

Saat itu, sesuai alamat tujuan paket akan dikirim ke alamat di Blaban Batu, Madura. Ketika itulah, tersangka Sirun berada di lokasi untuk menerima paket sehingga dilakukan penangkapan.

Tersangka pun mengaku diminta oleh HV yang masih dalam pengejaran hingga saat ini. "Tersangka mengaku baru sekali menerima paket. Ia kuli bangunan di rumah HV dan diminta mengambil paket tersebut dengan imbalan uang Rp 20 juta. Tersangka mengaku tidak tahu jika itu sabu," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Aris Sudarminto mengatakan, awalnya petugas memeriksa setiap kiriman paket. Pihaknya mencurigai paket yang dikirimkan khusus melalui jalur pengiriman barang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia itu.

Saat dimasukkan mesin detektor X-Ray, petugas Bea Cukai curiga dengan isi paket dan akhirnya menyisihkan paket itu. "Kami akhirnya berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Karena dicurigai ada sabu di dalam kompresor tersebut," ungkapnya. (gun/jay) 

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP