alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Angganalura Padukan Unsur Modern dengan Batik Tulips

07 Januari 2021, 10: 42: 11 WIB | editor : Wijayanto

ANGGANALURA: Sejumlah memeragakan busana muslim karya desainer Surabaya, Lia Afif, dengan tema Angganalura dengan menggunakan kain batik tulis Jatim, di kawasan Surabaya TImur.

ANGGANALURA: Sejumlah memeragakan busana muslim karya desainer Surabaya, Lia Afif, dengan tema Angganalura dengan menggunakan kain batik tulis Jatim, di kawasan Surabaya TImur. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Setiap tahun fashion terus berubah-ubah dengan varian motif dan desain. Seperti karya busana milik desainer asal Surabaya Lia Afif di tahun 2021. 

Di tahun ini, koleksi busana karya Lia dibuat dengan bahan kain batik tulis Nusantara. Dia menjelaskan, busana berbahan batik tulis masih menjadi tren di kalangan desainer.

Salah satu busana yang telah dipersiapkannya tahun ini adalah Angganalura. Dari segi nama, dia mengambil dari bahasa sansekerta Anggana yang artinya Perempuan dan bahasa Inggris Allure yang artinya daya tarik. “Artinya ada unsur tradisional dan modernnya untuk mengawali tahun ini,” kata Lia, Rabu (6/1). 

Koleksi untuk mengawali tahun 2021 ini Lia memilih menggunakan batik tulis warna alam dari Jawa Timur. Seperti koleksi sebelumnya, Lia memadukan desain yang simple, tegas, menarik dan dapat digunakan oleh para wanita yang dinamis dan modern. "Padu padan antara batik dengan lace memberikan kesan girly dan elegan,” ujarnya.

Pada koleksi ini Lia menampilkan siluet A dengan pilihan warna nude, biru dan dusty pink. Dari sisi warna pilihan yang tengah di eksplorasi desainer alumnus arsitektur ITS ini menggunakan dua warna. Selain itu pada model tetap pada siluet  yang membuat pemakaiannya terlihat langsing, anggun, dan juga glamor.

Alasannya ia ingin koleksinya dapat hadir sepanjang masa. Dengan mengedepankan eksplorasi kain tradisional sebagai 'vocal point'. Untuk pernik-perniknya, Lia selalu menghadirkan ornamen pakaian bernuansa etnik yang telah menjadi ciri dari karya karyanya. “Tentu saja masih ada unsur etnik, karena sudah menjadi salah satu ciri sebagai Wastra Nusantara,” tandasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP