alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Persiapan Jelang Sekolah Tatap Muka, Ribuan Siswa SMP Dites Swab

26 November 2020, 12: 08: 14 WIB | editor : Wijayanto

DETEKSI CORONA: Sejumlah pelajar menjalani tes swab Covid-19 di halaman SMPN 1 Surabaya, Jalan Pacar, Surabaya.

DETEKSI CORONA: Sejumlah pelajar menjalani tes swab Covid-19 di halaman SMPN 1 Surabaya, Jalan Pacar, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya menyelenggarakan tes swab bagi ribuan siswa SMP negeri dan swasta, Rabu (25/11). Uji usap itu sebagai persiapan menjelang digelarnya pembelajaran tatap muka.

"Kegiatan tes swab digelar selama dua hari, Rabu dan Kamis (26/11)," ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara. 

Berdasar data awal, sebanyak 18 SMP negeri maupun swasta dengan total siswa yang mengikuti tes swab sebanyak 5.038 orang. Namun, ada salah satu SMP dengan 278 siswa yang tidak jadi mengikuti tes swab yang digelar Pemkot Surabaya. Sehingga, total SMP yang ikut menjadi 17 sekolah dengan total siswa sebanyak 4.760 orang. 

Menurut Febri, kegiatan tes swab ini dilakukan secara serentak. Swab dilakukan di sekolah masing-masing. Sementara tenaga kesehatan berasal dari petugas kesehatan puskesmas yang berada di masing-masing kecamatan tersebut. "Swab dilaksanakan bergantian agar tidak terjadi kerumunan di sekolah. Baik sebelum maupun sesudah swab," ujarnya. 

Febri mengungkapkan, siswa yang mengikuti tes swab hanya yang duduk di bangku kelas IX SMP. Mereka dianggap sudah cukup mengerti untuk mematuhi protokol kesehatan. Sementara siswa kelas lainnya, lanjut Febri, akan dipertimbangkan jika nantinya siswa kelas IX sudah menjalankan pembelajaran tatap muka dengan baik.

"Jika  nanti hasil swabnya bagus dan kasus Covid-19 di Surabaya landai, pembelajaran tatap muka bisa diselenggarakan. Kapan diselenggarakan, kami belum tahu," ujarnya. 

Kepala SMPN 1 Surabaya Suharto mengatakan, para siswanya menyambut antusias rencana sekolah tatap muka awal tahun depan. Sebab, para peserta didik sudah terlalu lama mengikuti pembelajaran daring. Mereka pun tidak bisa bertemu dan berdiskusi dengan teman-temannya layaknya suasana pembelajaran saat normal.

“Bagi para siswa, rencana sekolah tatap muka untuk siswa SMP ini disambut cukup antusias karena selama delapan bulan ini mereka tidak dapat belajar secara maksimal melalui kegiatan sekolah daring dari rumah,” kata Suharto.

Shita, siswa SMPN 1 Surabaya, mengaku senang karena bisa sekolah tatap muka. “Tanggapan saya, ide yang bagus. Kalau siswa belajar di rumah kadang juga bosan dan materinya kurang,” kata Shinta. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP