alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Kesadaran Prokes Kian Turun, Angka Positif Covid-19 Justru Meningkat

26 November 2020, 11: 59: 04 WIB | editor : Wijayanto

PUSH UP: Petugas menindak para pelanggar protokol kesehatan dengan sangsi denda atau hukuman push up.

PUSH UP: Petugas menindak para pelanggar protokol kesehatan dengan sangsi denda atau hukuman push up. (DOK/JPC/RADARSEMARANG)

Share this      

SURABAYA–Pandemi Covid-19 masih berlangsung. Namun, kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) cenderung menurun. Akibatnya, angka positif Covid-19 di Jawa Timur meningkat. 

Kepala Satpol PP Jatim Budi Santosa mengatakan, pihaknya terus melakukan operasi yustisi sebagai penegak prokes pencegahan Covid-19. Operasi yustisi dilaksanakan setiap hari. “Kami melakukan upaya preventif dan promotif. Setiap malam kami juga melakukan sidak di warung maupun tempat hiburan malam,” ujarnya di Surabaya, Rabu (25/11).

Budi mengaku pihaknya menggandeng sejumlah pihak untuk dapat memaksimalkan sosialisasi disiplin prokes, terutama penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Termasuk menggandeng sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas, dan sebagainya. “Sehingga, lebih mudah menjangkau masyarakat untuk menerapkan prokes,” katanya.

Saat ditanya terkait meningkatnya angka positif Covid-19 di Jatim, Budi mengaku memang ada penurunan kesadaran masyarakat terhadap prokes. Saat ini banyak masyarakat menganggap new normal, sehingga tidak menerapkan 3M. “Padahal, kami tidak henti-hentinya melakukan penindakan maupun sosialisasi prokes,” katanya.

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 di Jatim, Rabu (25/11), ada tambahan kasus konfirmasi sebanyak 402 pasien. Kemudian yang meninggal ada 34 orang yang terbagi murni Covid-19 sebanyak 28 orang dan disertai komorbid sebanyak enam orang. Selain itu, tambahan jumlah pasien di rumah sakit rujukan sebanyak 106 orang, rumah sakit darurat sebanyak dua orang. Karantina di gedung ada tambahan 16 orang dan karantina mandiri ada tambahan 77 orang.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan, peningkatan belum terjadi serentak di semua rumah sakit. Meski demikian, beberapa rumah sakit menunjukkan adanya tren peningkatan. “Kalau sebelum bulan November 38 persen, sekarang 44 hingga 45 persen,” katanya.

Jibril mengatakan, klaster keluarga mendominasi peningkatan kasus positif Covid-19 di Jatim pascalibur panjang akhir bulan Oktober lalu. Hal ini biasanya terjadi di daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata atau masyarakat yang berangkat berwisata. “Umumnya masyarakat lengah dengan protokol kesehatan, sehingga itu menjadi risiko yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurut Jibril, momen libur panjang dan cuti bersama bulan lalu membuat Satgas Covid-19 Jatim cemas. Terbukti, dari kasus aktif sebanyak 3,96 persen pada dua minggu lalu meningkat menjadi 4,44 persen. “Kami berharap, masyarakat lebih memperhatikan protokol kesehatan agar dapat melindungi diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP