alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

UT Surabaya Dapat Kouta Lulusan Terbanyak se-Indonesia

Jalin Komunikasi Intens Motivasi Mahasiswa

25 November 2020, 20: 58: 37 WIB | editor : Wijayanto

BERPESTASI: Direktur UPBJJ UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd berfoto bersama wisudawan terbaik di sela-sela wisuda yang digelar secara daring.

BERPESTASI: Direktur UPBJJ UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd berfoto bersama wisudawan terbaik di sela-sela wisuda yang digelar secara daring. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar wisuda untuk kali kedua di tengah pandemi Covid-19. Wisuda yang kedua ini merupakan wisuda UT periode I tahun akademik 2020/2021 yang meluluskan sebanyak 1.000 mahasiswa dari program Pascasarjana, Sarjana, Diploma IV, dan Diploma III.  UT Surabaya mendapatkan kouta wisuda terbanyak yakni sebanyak 57 mahasiswa dari 39 Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) UT yang ada di 34 provinsi di Indonesia.

Wisuda yang dilaksanakan secara daring (online) tersebut ditayang secara serentak di Convention Hall UT di Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Sedangkan pelaksanaan wisuda UT Surabaya bertempat di Kampus UPBJJ UT Surabaya dengan diikuti Direktur UT Surabaya beserta staf dan lima perwakilan wisudawan dan wisudawati terbaik yang rata-rata mendapatkan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,0.

Sedangkan para wisudawan dan wisudawati lainnya melaksanakan ceremoni wisuda di rumah masing-masing. Hal ini untuk mengurangi kerumunan orang saat pandemi Covid-19 yang masih melanda. Tentunya prosedur protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan cukup ketat.

DARING: Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D memberi sambutan di sela-sela prosesi wisuda.

DARING: Rektor Universitas Terbuka Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D memberi sambutan di sela-sela prosesi wisuda. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Direktur UT Surabaya Dr. Suparti, M.Pd, mengungkapkan, tahun ini, UT Surabaya mendapatkan kuota wisuda mahasiswa terbanyak dari 39 Program Belajar Jarak Jauh (PBJJ) UT se-Indonesia. Tak hanya kuantitas dalam lulusan, namun kualitas lulusan UT Surabaya juga meningkat.

Apalagi, UT Surabaya sebagai role model pembelajaran yang fleksibel bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Surabaya maupun di wilayah kerja UT Surabaya. Prestasi mahasiswa UT dalam wisuda periode I  tahun akademik 2020/2021 itu tak lepas dari motivasi yang diberikan oleh civitas akademika UT kepada para mahasiswa. Sehingga, ada solusi ketika mahasiswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran. 

"Kunci suksesnya kita selalu memantau dan merawat mereka (para mahasiswa, red). Kalau mereka merasa diopeni, itu otomatis ada keterikatan yang kuat sehingga muncul motivasi untuk meningkatkan prestasi," ungkapnya. "Untuk menyapa mereka, kami membuat grup di WhatsApp (WA) dan Telegram, dan kami juga selalu memberikan informasi update melalui website kami," tambahnya.

Meski di tengah pandemi Covid-19, UT Surabaya terus berpacu pada penguatan prestasi mulai dari akademik, karakter, attitude dan soft skill. “Ada pandemi dan tidak, prestasi tetap harus dipacu. Jadi tidak ada halangan untuk terus berprestasi," tegasnya.

Suparti menjelaskan, saat ini UT berinovasi dengan mencetak lulusan yang lebih berprestasi dengan pembekalan pembelajaran. Seperti di semester I diberikan motivasi, semester II diberikan materi digital marketing, semester III materi penulisan karya ilmiah, dan semester VIII atau saat akan lulus diberikan bekal wirausaha. Tujuannya supaya para wisudawan punya keterampilan dalam bidang wirausaha.

Saat ini, UT juga menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan terbaik dan patut mendapat perhatian dari perguruan tinggi (PT) lainnya. Pasalnya, alumni UT yang diterima menjadi aparatur sipil negara (ASN) berjumlah 9.436 orang dari hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) se-Indonesia pada tahun 2019. "Artinya, lulusan kami sudah siap bersaing atau berkompetisi di masyarakat. Terbukti ketika ada seleksi CPNS banyak yang diterima," katanya.

Selain kuliah yang fleksibel, UT juga sejak awal sudah menjadi kampus merdeka. Meskipun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim baru saja melaunching kampus merdeka ke seluruh PT se-Indonesia. Sejak berdiri pada 1984, UT sudah melaksanakan perkuliahan secara mandiri dan jarak jauh. "Sejak dari dulu kami sudah menjadi kampus merdeka. Karena UT memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar di tempat lain," jelasnya.

Meski terbiasa kuliah mandiri dari jarak jauh, mahasiswa UT terbukti mampu meraih IPK yang baik bahkan ekselen. Seperti para mahasiswa yang diundang mewakili mahasiswa lain di Kampus UPBJJ UT Surabaya, kemarin. Mereka adalah Dwi Erlina Novitasari dari Pascasarjana/Magister Ilmu Kelautan Bidang Minat Manajemen Perikanan dengan IPK 4,0; Imaniar Ade Nugroho dari Fakultas Ekonomi/Akuntansi dengan IPK 4,0; Hermin Kurniawati dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan/PGSD dengan IPK 3,93; Ananda Dwi Cahyani dari Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilnu Politik/Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan dengan IPK 3,77 dan Danang Widiarto dari Fakultas Sains dan Teknologi/Agribisnis Bidang Minat Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Bidang Keahlian Pertanian. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP