alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Penumpang Bus di Terminal TOW Baru 55 Persen

25 November 2020, 07: 48: 37 WIB | editor : Wijayanto

TRANSPORTASI: Suasana di Terminal Osowilangon, Surabaya. Jumlah penumpang sudah mulai mengalami peningkatan.

TRANSPORTASI: Suasana di Terminal Osowilangon, Surabaya. Jumlah penumpang sudah mulai mengalami peningkatan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Arus penumpang di Terminal Tambak Oso Wilangon (TOW) Surabaya berangsur normal. Sejak 22 November total penumpang untuk bus antarkota dalam provinsi (AKDP) mencapai 7.349 penumpang untuk kedatangan, sedangkan keberangkatan dari ada 9.576 penumpang.

Sementara bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berjumlah 2.720 penumpang untuk kedatangan, sedangkan keberangkatan dari TOW ada 3.447 penumpang.

Koordinator Tata Bidang Terminal TOW Hery Isbiyanto mengatakan, penumpang bus lambat laun meningkat tapi tidak signifikan dibandingkan dengan sebelum pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa bulan lalu. Saat ini sehari sekitar 80 persen armada bus beroperasi. Sedangkan penumpang rata-rata sudah 55 persen.  

Penumpang masih didominasi jurusan Bojonegoro. Hingga saat ini trayek yang ada di TOW meliputi Bojonegoro, Malang, Paciran, dan Cepu. "Pengoperasian bus dimulai pukul 03.30 untuk  jurusan Cepu. Yang terakhir pukul 22.30 jurusan Blora," katanya kemarin (24/11).

Menurut Hery, bus yang sudah tidak beroperasi di TOW setelah PSBB  adalah bus jurusan Tuban dan Semarang. Selain bus AKAP dan AKDP, peningkatan juga dialami oleh angkotan kota (angkot) dan  bus kota. "Angkot ada tiga trayek, sedangkan bus kota ada tujuh trayek," katanya.

Sopir Bus Dalimas jurusan Surabaya-Bojonegoro Fery mengatakan, meski sudah berangsur pulih, banyak penumpang mengeluhkan tarif yang dianggap mahal. "Hanya Rp 25 ribu per orang. Tapi penumpang minta turun," ungkapnya.

Kepala Terminal TOW Joko Budi Legowo mengatakan, masih banyak penumpang tidak bepergian menggunakan bus karena takut harus membawa hasil tes rapid. Padahal, saat ini tidak lagi menggunakan surat bebas Covid-19. "Informasi penumpang itu gak tau," katanya.

Selain itu, yang mendasari masih belum normalnya penumpang karena anak sekolah atau mahasiswa perguruan tinggi belum masuk. "Biasanya kalau anak-anak masuk sekolah atau kuliah penumpang ramai. Sekarang ini armadanya ada tapi penumpangnya masih sedikit," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP