alexametrics
Minggu, 24 Jan 2021
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pemilih Risma Tetapkan Machfud Arifin-Mujiaman Jadi Pemimpin Surabaya

23 November 2020, 18: 26: 47 WIB | editor : Wijayanto

MAJU: Pasangan calon Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno.

MAJU: Pasangan calon Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pemilih Walikota Tri Rismaharini di Pilwali 2015 telah menetapkan pilihannya di Pilwali Surabaya 2020. Terungkap, sebanyak 49.4 persen pemilih Risma memutuskan untuk mencoblos paslon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman daripada pesaingnya yakni pasangan Eri-Armuji.

Sedangkan, pasangan Eri-Armuji hanya memperoleh angka 37 persen. Angka ini muncul setelah lembaga survei paling akurat berdasarkan Pilpres 2019 yakni Poltracking Indonesia mengeluarkan hasil survei peta elektabilitas paslon di Pilwali Surabaya 2020.

Berdasarkan data ini, paslon yang dikenal peduli, Machfud Arifin-Mujiaman mengungguli Eri-Armuji sebesar 11.6 persen suara di segmentasi pemilih Tri Rismaharini.

"Ini potret yang terekam oleh hasil survei kami di Poltracking Indonesia. Ini adalah hasil perilaku pemilih, data yang mengatakan pemilih Risma di Pilwali 2015 lebih memilih pasangan Machfud Afrifin-Mujiaman ketimbang pasangan Eri-Armuji di Pilwali 2020," ungkap Manajer Riset Poltracking Indonesia, Masduri.

Tak hanya unggul di segmentasi pemilih Risma saja, paslon MAJU juga mengungguli Eri-Armuji secara elektabilitas. Pasangan tersebut menorehkan 51.7 persen suara.

Sedangkan pesaingnya hanya mendapatkan 34.1 suara di masyarakat Kota Surabaya. Dengan data tersebut pasangan Machfud Arifin-Mujiaman unggul sejauh 17.6 persen suara dari pesaingnya di Pilwali 2020.

"Dengan simulasi surat suara elektabilitas pasangan Machfud Arifin-Mujiaman 51.7 persen dan Eri-Armuji 34.1 persen," ujar Masduri.

Masduri kemudian memaparkan dari data simulasi surat suara, terdapat 5 persen warga Surabaya yang merahasiakan jawabannya. Sementara itu, sebanyak 9.2 persen belum menentukan pilihannya atau undecided voters.

Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Klaster survei ini menjangkau 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat. 

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan terpilih.

Perlu diketahui, Poltracking Indonesia adalah lembaga terakurat dalam hasil survei. Ketika Pilpres 2019 lalu, lembaga binaan Hanta Yuda ini mengeluarkan survei yang hanya selisih 1 persen dari real count KPU. 

Berdasarkan hasil Real Count KPU, pasangan kandidat Presiden-Wakil Presiden 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin (55,50 persen atau 85.607.362 suara) unggul atas pasangan kandidat 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno (44,50 persen atau 68.650.239 suara). 

Rekapitulasi suara KPU RI tersebut mengkonfirmasi bahwa Poltracking akurat memprediksi hasil pemilu 2019. Selisih angka survei Poltracking Indonesia dan KPU RI hanya 1 persen. 

Artinya, survei Poltracking Indonesia paling akurat dari sejumlah lembaga survei yang memprediksi hasil Pilpres 2019. Di mana survei Pilpres 2019 Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 1-8 April 2019 ini memprediksi Jokowi-Ma’ruf (54,50 %) unggul dari Prabowo-Sandi (45,50%). (*)

(sb/rud/jay/JPR)

 TOP