alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya
Semakin Digdaya Lalui Debat Kedua

Pengamat: Machfud Arifin-Mujiaman Miliki Terobosan

21 November 2020, 20: 21: 37 WIB | editor : Wijayanto

MAJU: Pasangan nomor urut 2 Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno.

MAJU: Pasangan nomor urut 2 Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Paslon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman semakin digdaya atas pesaingnya yakni Eri-Armuji. Sebelumnya, paslon yang dikenal peduli tersebut diunggulkan oleh hasil survei lembaga kredibel Poltracking Indonesia dan dari debat pertama Pilwali 2020, Machfud Arifin-Mujiaman kembali diunggulkan setelah debat kedua digelar.

Keunggulan ini diutarakan oleh salah satu pengamat terkemuka Kota Surabaya, Prof Kacung Marijan. Ia melihat, berdasarkan hasil debat ke-2, Machfud Arifin-Mujiaman dinilai sebagai pasangan pemimpin yang akan membawa terobosan di pemerintahan Kota Surabaya.

"Pasangan nomor urut 2 memiliki terobosan yang akan dilakukan di pemerintahan Kota Surabaya," ujar Prof Kacung.

Pria yang dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) ini mengatakan terobosan tersebut dapat diterapkan untuk menjawab tantangan pemerintahan di masa pandemi virus covid-19. Yang mana di tengah masa pandemi ini, sektor perekonomian masyarakat menjadi terdampak.

Akibatnya angka pengangguran pun semakin bertambah. Hingga saat ini, BPS Surabaya mengungkapkan angka pengangguran mengalami kenaikan hingga 26 persen.

Dengan kata lain, terdapat 151 ribu jiwa penduduk produktif di Kota Surabaya yang belum atau kehilangan pekerjaan. Sedangkan, angka pertumbuhan manusia hanya menyentuh angka 2 persen.

Tentunya, jika tidak segera ditangani kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya akan terus meningkat. Maka dari itu, Prof Kacung mengatakan terobosan untuk mengatasi tantangan ini ada di tangan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman.

Paslon yang dikenal peduli ini berkomitmen untuk merevitalisasi pasar untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Begitu juga dengan BUMD yang akan dimakasimalkan agar menguntungkan bagi kota dan masyarakat.

"Terlihat paslon nomor 2 sangat serius untuk menekan angka pengangguran. Dengan melakukan teroboson seperti merevitalisasi pasar-pasar dan meningkatkan kualitas BUMD Surabaya," tutup Prof Kacung. (*)

(sb/rud/jay/JPR)

 TOP