alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya
Unggul di Debat Kedua Pilkada Surabaya

Pengamat Nilai Machfud Arifin-Mujiaman Komitmen Atasi Pengangguran

21 November 2020, 20: 18: 15 WIB | editor : Wijayanto

MAJU: Pasangan nomor urut 2 Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno..

MAJU: Pasangan nomor urut 2 Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno.. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Paslon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman kembali diunggulkan oleh pengamat politik dari hasil debat ke-2 Pilwali 2020. Pasalnya, pengamat melihat di dalam debat tersebut, Machfud Arifin-Mujiaman memiliki komitmen kuat untuk mengatasi pengangguran yang ada di Kota Surabaya.

Komitmen ini juga berjalan beriringan sebagai upaya mengentaskan kemiskinan yang ada di Kota Pahlawan. "Machfud Arifin-Mujiaman dalam visi misi dan program lebih menekankan untuk menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran," ungkap salah satu pengamat politik terkemuka Kota Surabaya, Prof Kacung Marijan.

Sebagaimana diketahui, selama pandemi virus covid-19 berlangsung, angka pengangguran di Indonesia terus meningkat. Tidak terkecuali untuk Kota Surabaya.

Hingga saat ini, BPS Surabaya mengungkapkan angka pengangguran mengalami kenaikan hingga 26 persen. Dengan kata lain, terdapat 151 ribu jiwa penduduk produktif di Kota Surabaya yang belum atau kehilangan pekerjaan.

Sedangkan, angka pertumbuhan manusia hanya menyentuh angka 2 persen. Tentunya, jika tidak segera ditangani kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya akan terus meningkat.

Menyadari fakta ini, Prof Kacung yang juga Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) mengagumi pasangan Machfud Arifin dan Mujiaman yang memiliki trobosan. Trobosan tersebut adalah merevitalisasi pasar yang merupakan pusat sosial-ekonomi masyarakat.

Di samping itu, BUMD yang ada di Kota Surabaya juga akan diberdayakan secara maksimal agar dapat mendongkrak perekonomian kota dan masyarakat.

"Terlihat paslon nomor 2 sangat serius untuk menekan angka pengangguran. Dengan melakukan teroboson seperti merevitalisasi pasar-pasar dan meningkatkan kualitas BUMD Surabaya," tutup Prof Kacung. (*)

(sb/rud/jay/JPR)

 TOP