alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
@uprisesurabaya.official - @rockinsurabaya

Sukses Gelar Konser Alam di Ketinggian 1.400 MDPL

20 November 2020, 12: 59: 11 WIB | editor : Wijayanto

Kolaborasi @uprisesurabaya.official - @rockinsurabaya Sukses Gelar Konser Alam.

Kolaborasi @uprisesurabaya.official - @rockinsurabaya Sukses Gelar Konser Alam. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Mini konser bertajuk alam dengan tema Hutanada sukses digelar di ketinggian 1.400 meter di atas permukaan laut (MDPL). Lokasi acara berada di Bukit Glagah Wangi, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur.

Panitia acara Hutanada, Affan Haris Shofwanadi mengatakan kegiatan kemping dan konser alam yang berlangsung Sabtu dan Minggu kemarin adalah kolaborasi dari @uprisesurabaya.official dan @rockinsurabaya. Uprisesurabaya ini adalah wadah bagi pecinta alam yang tergabung dalam SuperAdventure Surabaya, sedangkan Rockinsurabaya adalah platform yang membahas dan mengangkat musik anak-anak muda Surabaya dan sekitarnya.

“Hasil kolaborasi dari Uprisesurabaya dan Rockinsurabaya ini kami tuangkan dalam berbagai kegiatan alam, termasuk menggelar mini konser oleh Iksan Skuter, dan The Orcas,” kata Affan, Senin (16/11).

Beberapa tembang dari Iksan seperti judul Bingung dan Rindu Sahabat mampu menghangatkan malam yang saat itu suhunya sekitar 20 derajat celsius. Bahkan, makin malam suhu semakin dingin. Maklum lokasinya berada di kaki gunung dekat pos pendakian pertama menuju Gunung Arjuna yang memiliki ketinggian 3.339 MDPL.

Berbagai acara seperti konser dan sesi diskusi tentang alam akhirnya mampu menghangatkan suasana malam itu. Keakraban dari peserta yang mayoritas adalah pecinta alam dari berbagai daerah di Surabaya, Malang, Jombang, Kediri dan kota sekitarnya menjadikan acara ini makin meriah.

“Kegiatan ini juga kami isi dengan edukasi kepada peserta mengenai navigasi darat dengan pemateri dari komunitas pecinta alam Semanggi Alas. Ada juga sesi diskusi manajemen pendakian dari APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia),” ungkap Affan.

Acara ini makin lengkap karena ada juga sesi diskusi soal Ultralight hiking yang diisi oleh pembicara dari komunitas pecinta alam Degelan Adventure. Konsep ultralight hiking ini dikenal di kalangan pendaki soal bagaimana teknik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keamanan dan kenyamanan di alam bebas.

Pengurus SuperAdventure Surabaya Faris Affandy mengatakan mini konser digelar secara terbatas dengan peserta tidak lebih dari 50 orang. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung program pencegahan penularan COVID-19. Isi tenda dibatasi, alat cuci tangan, dan masker juga disediakan oleh panitia.

“Untuk kegiatan selama dua hari ini ada juga cooking outdoor, termasuk juga Bushcraft (teknik dan cara bertahan hidup di alam liar dengan meminimalisir penggunaan alat modern). Intinya semua materi yang terkait dengan pendakian disajikan dalam kegiatan yang mengambil tema Hutanada, atau hutan dan nada ini,” katanya

Acara ini juga didukung oleh Cimara Adventure, Spartanoutdoor, dan Jokopi. Respon dari peserta juga sangat positif, mereka bahkan meminta acara ini digelar secara rutin. Terlebih acara ini bukan sekadar menghibur dan makin mengakrabkan sesama pendaki. Namun, juga banyak ilmu yang diberikan oleh pemateri yang sudah ahli di bidangnya masing-masing. (*)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP