alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perkuat Kerja Sama dengan DJP, Kontribusi Pajak Pegadaian Meningkat

20 November 2020, 08: 44: 22 WIB | editor : Wijayanto

Perkuat Kerja Sama dengan DJP, Kontribusi Pajak Pegadaian Meningkat

SURABAYA – Langkah strategis terus dilakukan PT Pegadaian (Persero) untuk mendongkrak kinerjanya kedepan. Kali ini, Pegadaian melakukan kerjasama dengan Direktorat Jendral Pajak (DJP) untuk integrasi data perpajakan. 

Kerjasama ini sangat penting. Sebab pajak dari PT Pegadaian (Persero) terus mengalami peningkatan. . Hal tersebut terlihat dari data yang ada dimana tahun 2018, Pegadaian menyetorkan pajak Rp 1,44 triliun. Pada tahun 2019 meningkat menjadi  1,72 Triliun. 

“Karena itu kami dan Dirjen Pajak Kembali meneruskan kerjasama ini dengan menandatangani MoU,” kata Kuswiyot, Direktur Utama PT Pegadaian belum lama ini. 

Dijelaskan Nota kesepahaman (MoU) tahap pertama dilakukan pada 29 April 2020, kemudian dilanjutkan MoU tahap dua pada 18 November 2020. Untuk tahap pertama, PT Pegadaian telah menyelesaikan implementasi pelaksanaan e-faktur dan e-bupot yang dilakukan secara digital. 

Dalam MoU tahap dua mencakup aktivitas verifikasi/pemetaan Chart of Account (COA) yaitu melakukan sinkronisasi ketentuan perpajakan, jenis pajak yang dipungut, serta akun/mata anggaran yang berlaku di Pegadaian. 

“Dengan penandatanganan MOU ini kami harapkan ada kepastian kesesuaian antara ketentuan perpajakan, dengan praktek yang telah kami laksanakan di Pegadaian,” tambahnya.

Program integrasi data perpajakan ini bermanfaat dalam memudahkan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan, serta meningkatkan akurasi data perpajakan perusahaan. Hal ini  membantu Pegadaian dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik.

Pihaknya mengaku mendukung penuh program integrasi data perpajakan tersebut.  Hal ini sejalan dengan Program transformasi digital yang sedang dijalankan Pegadaian dan amanat Kementerian BUMN yang meminta seluruh BUMN melakukan integrasi data perpajakan.

“Transparansi perpajakan  memiliki manfaat untuk menurunkan beban kepatuhan dan risiko pemeriksaan atau sengketa di kemudian hari,” tandas Kuswiyoto. 

Suryo Utomo, Direktur Jendral Pajak menambahkan, integrasi data perpajakan akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi cost of compliance dengan meminimalisasi kesalahan administrasi perpajakan.

Pihaknya berharap kerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) dan sejumlah BUMN lainnya bisa menjadi contoh bagi para korporasi besar lainnya. Sehingga administrasi pajak korporasi menjadi lebih sederhana dan efisien sekaligus menurunkan risiko sengketa perpajakan

“Kami berharap kolaborasi antara DJP dan Pegadaian dapat memberikan manfaat dan kemudahan dalam proses kerja yang lebih efektif dan efisien,” kata Suryo Utomo. (fix)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP