alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tahura Lempung Jadi Konservasi Alam, Risma Panen Sorgum di Sambikerep

20 November 2020, 04: 25: 59 WIB | editor : Wijayanto

PANEN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memanen sorgum di Tahura Lempung, Sambikerep, Surabaya, Kamis (19/11).

PANEN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memanen sorgum di Tahura Lempung, Sambikerep, Surabaya, Kamis (19/11). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Taman Hutan Raya (Tahura) Lempung, Sambikerep, Surabaya, seluas 1,9 hektare akan menjadi tempat konservasi alam, tumbuhan, hingga ternak. Juga bisa jadi tempat belajar urban farming.

Saat ini hutan raya di kawasan Surabaya Barat tersebut ditanami berbagai jenis tanaman toga serta tanaman produktif. Seperti ginseng, gondosuli, kejibeling hingga temu ireng. Tanaman produktif seperti sorgum, sukun, terong, dan mangga. Kawasan tersebut juga dijadikan tempat beternak ayam.  

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang menjelaskan, Tahura Lempung dibangun sejak 2019 dengan luas sekitar 1,9 hektare. Tahura tersebut ditanami ribuan tanaman herbal, produktif, dan lindung. "Tanaman produktif dan pelindung ada 30 jenis. Sedangkan tanaman herbal ada 31 jenis. Total tanaman herbal ada 2.100. Yang produktif 1.200-an," katanya.

SUMBER GIZI: Tahura Lempung juga dilengkapi tempat peternakan ayam.

SUMBER GIZI: Tahura Lempung juga dilengkapi tempat peternakan ayam. (ISTIMEWA)

Tak hanya tanaman herbal dan produktif, pihak DKPP juga membudidayakan ayam petelur. Setidaknya ada seribu ekor ayam petelur dewasa yang diternakkan pada dua kandang. "Kita membesarkan dari kecil. Kalau sudah besar diberikan ke warga. Yang besar ada seribuan," paparnya.

Tanaman sorgum diharapkan dapat menjadi pendamping makanan pokok untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan beras. Lahan-lahan bBekas tanah kas desa juga ditanami. "Ada sekitar 6.000 meter persegi luasnya. Ada sorgum, ada jagung," katanya.

Menurut Herlambang, tanaman sorgum sama seperti jenis pangan lainnya. Bahkan, cara mengolahnya pun sama seperti padi. Tanaman ini juga memiliki karbohidrat dan serat lebih banyak karena olahnya sama seperti padi. 

"Kalau panen, gabahnya kita giling sama kayak padi, tapi karbohidrat dan serat lebih banyak. Bukan sebagai makanan pengganti (beras), kan tidak bisa kalau langsung ganti dari beras. Ini sebagai makanan pendamping," jelasnya.

Kamis pagi (19/11), Wali kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan tempat tersebut. Risma juga memberikan bantuan ayam petelur kepada ketua RT setempat. Risma juga memanen sorgum.

Wali Kota Risma mengaku beberapa tahun lalu mendapat keluhan warga terkait banjir. Karena itu, dia memutuskan untuk membuat tahura beserta boezem mini sebagai tempat resapan dan penampungan air. 

Menurut Risma, kawasan itu terletak lebih tinggi daripada wilayah utara. Sehingga, secara logika kawasan itu mestinya tidak tergenang. Namun, karena ada masalah terkait koneksi saluran, sehingga menjadi tergenang. "Dulu di sini kondisinya masih gundul. Alhamdulillah, sekarang jadi indah," katanya.

Risma berharap, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai jenis tanaman itu sembari belajar menanam. Namun, yang paling penting adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. "Taman hutan raya di Surabaya ada 10. Tahura ini salah satu yang dibuka untuk umum," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP