alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Nggak Betah Selalu Dibanding-bandingkan dengan Mantan

20 November 2020, 03: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK KHARISMA)

Share this      

Hei kaum Adam, ingatlah satu hal ini. Jangan sekali-sekali membandingkan pasanganmu dengan perempuan lain. Apalagi membandingkannya dengan mantan.

GINANJAR ELYAS SAPUTRA-Wartawan Radar Surabaya

Karin sadar sesadar-sadarnya jika ia bukan perempuan pertama Donwori. Jauh sebelum menikahinya, pria 38 tahun itu sudah pernah bersama dengan perempuan lain. Bahkan, tak hanya sekali. Donwori punya dua mantan kekasih.

Nah, akhir-akhir ini ini, Donwori seringkali membandingkan Karin dengan perempuan lain. Bahkan, juga membandingkannya dengan si mantan.

Ada saja yang dibandingkan. Mulai bentuk tubuh, wajah, hingga gaya hidup. “Seharusnya kalau saya berbuat salah, ya ditegur dengan baik-baik. Bukan malah disbanding-bandingkan. Apalagi dibandingkan dengan mantan. Duh, sakitnya gak habis-habis,” curhat Karin pada jurnalis koran ini, pekan lalu.

Dibandingkan dengan mantan, tentu membuat Karin super tersinggung. Hingga menyinggung harga diri perempuan 34 tahun itu. “Saya selalu dikatain, istri kurang ajar lah, tidak bersyukur lah. Selalu istri orang jadi pembandingnya,” kata Karin.

Masalah ini pun berbuntut panjang, hingga Karin merasa tertekan. Bahkan dirinya sempat sakit gara-gara kepikiran dengan ucapan suaminya itu. Bukan hanya dirinya saja yang tertekan, akan tetapi anak-anaknya yang masih di bawah umur turut mengalaminya.  “Sering tengkar di rumah, sampai anak-anak saya di rumah ketakutan sama bapaknya,” ujar Karin.

Dia dibandingkan dengan istri orang lain karena dirinya dinilai tak becus merawat anak. Selain itu, Karin juga dianggap malas mengurus pekerjaan rumah. Ketika pulang kerja, Donwori melihat rumahnya dalam keadaan berantakan. “Kan maklum saja, punya anak kecil, rumah pastinya berantakan dan kotor. Pagi dibersihkan ya sore sudah kotor lagi. Gitu kok pakai marah-marah,” jelasnya.

Tak ingin berkelanjutan seperti itu, Karin pun memutuskan untuk bercerai karena tak lagi betah dengan perilaku suaminya yang kalau marah kayak orang kesetanan itu. “Mending golek bojo maneh timbangane sumpek duwe bojo koyok ngunu,” pungkasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP