alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Divonis 2,5 Tahun, Bidan Aborsi Ajukan Banding

20 November 2020, 02: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

MENYESAL: Terdakwa Siti Malikah disidang di PN Surabaya.

MENYESAL: Terdakwa Siti Malikah disidang di PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Siti Malikah, oknum bidan yang mengaborsi jabang bayi yang dikandung RA, 17, akhirnya divonis 2,5 tahun penjara. Vonis tersebut dibacakan Hakim Itong di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang Perlindunga Anak dan pasal 55 ayat (1) KUHP. 

“Yang memberatkan, terdakwa mencoreng keprofesian sebagai bidan. Sedangkan yang meringankan terdakwa masih memiliki anak yang masih kecil. Menetapkan terdakwa berada dalam tahanan,” kata Itong. 

Selain hukuman selama dua tahun enam bulan, terdakwa juga dibebankan untuk membayar denda Rp 10 juta kepada negara. “Bila tak bisa membayar denda tersebut maka sebagai gantinya dihukum pidana selama dua bulan penjara,” ujarnya. 

Siti Malikah yang didampingi penasihat hukumnya, Dimas Aulia Rahman, menyatakan keberatan atas putusan majelis hakim. Menurut Dimas, putusan itu terlalu berat bagi kliennya.

“Klien kami merasa kasihan, iba karena pasangan ini menangis dan dipaksa oleh pacarnya untuk melakukan aborsi. Klien kami sudah menolak dengan alasan usia kandungan RA sudah lima bulan,” kata Dimas.

Sebagai kuasa hukum, dia mencoba untuk mengajukan banding. Sebab, dia sangat yakin putusan majelis hakim pengadilan tinggi nanti bakal menguntungkan kliennya.

Sebelumnya Siti Malikah dituntut pidana penjara selama tiga tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggraini dari Kejaksaan Negeri Surabaya. Bidan asal Lamongan itu menerima layanan praktek aborsi di kamar hotel pada 19 Maret 2020.

Saat itu dia melaksanakan praktek aborsi terhadap perempuan 17 tahun berinisial RA dengan mematok tarif sebesar Rp 2 juta. Kekasih RA yang memiliki inisiatif menggugurkan janin sang kekasih. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP