alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Features
icon featured
Features

Nihil Bahan Kimia, Beras Adan Krayan Potensi Perbatasan RI-Malaysia

19 November 2020, 22: 48: 49 WIB | editor : Wijayanto

ORGANIK: Beras Adan Krayan dari Nunukan Kalmantan Utara yang digemari warga Malaysia.

ORGANIK: Beras Adan Krayan dari Nunukan Kalmantan Utara yang digemari warga Malaysia. (ISTIMEWA)

Share this      

JAKARTA - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) mencatat dari dataran tinggi Borneo, khususnya Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terdapat komoditas pertanian yaitu beras adan yang memiliki ciri khas aroma, cita rasa dan tekstur yang halus. Beras adan diunggulkan karena termasuk beras organik berkualitas yang terbagi menjadi tiga jenis yaitu putih, merah, dan hitam.

Padi adan putih, hitam, dan merah atau dalam bahasa lokal pade adan buda, hitem, dan sia merupakan varietas lokal dan menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat adat di dataran tinggi Krayan. Selama proses penanaman beras adan ini masyarakat menggunakan pola pertanian alami yang dipadukan dengan peternakan kerbau, dan memanfaatkan air jernih dari gunung untuk irigasi persawahan. 

For Your Information Netizen Perbatasan (Netas), pihak Malaysia pernah mengklaim kepemilikan beras adan ini lho. Karena seperti yang kita tahu, Kecamatan Krayan ini letaknya berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. Namun Pemerintah Daerah tidak tinggal diam akan hal ini, mereka berusaha mempertahankan beras adan agar tidak diakui negara lain, dan hasilnya kini beras adan sudah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia pada 6 Januari 2012 lalu.

Saat ini Kemenkumham terus mendorong pelindungan Kekayaan Intelektual (KI) di daerah-daerah melalui Kantor Wilayah di seluruh Provinsi agar potensi KI tersebut dapat berkembang dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

"Salah satu komoditas yang memiliki jumlah produksi dan nilai ekonomi yang tinggi di Kabupaten Nunukan adalah beras adan yang harganya dapat mencapai empat kali lipat dari beras biasa, jadi ini merupakan potensi di daerah perbatasan," ujar Asisten Deputi Bidang Potensi Kawasan Perbatasan Darat, Asnil, Kamis (19/11/2020).

Nggak heran juga nih kalau setiap musim panen, penjual beras dari Malaysia akan memesan atau datang langsung untuk membeli beras adan dari petani di kawasan perbatasan ini. Asnil menuturkan harga beras adan naik saat diekspor ke negara tetangga. "Harga lokal 30.000-35.000 per kilogramnya, kalau masuk Malaysia bisa naik jadi 80.000-100.000", tambahnya.

Mau tau serba-serbi beras adan Krayan? Yuk simak informasi yang sudah tim Humas BNPP rangkum dari berbagai sumber.

1. Padi Sehat, Endemik dari Krayan

Istimewanya padi penghasil beras adan adalah hanya bisa tumbuh di tanah Krayan. Kenapa begitu? Rupanya hal ini terkait dengan jenis padi dan kandungan tanah yang hanya dimiliki daerah Krayan. Selain itu, padi adan tidak mengandung unsur kimia tambahan karena seluruh proses penanaman yang hanya melibatkan kerbau. Ini merupakan berkah yang jarang dimiliki wilayah lainnya.

Kadar mineral Ca (kalsium), P (fosfor) dan Fe (besi) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan varietas beras hitam standar. Kelebihan lainnya adalah kadar lemak rendah, dengan kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 9,3 persen. Zat dengan kuantitas tinggi yang terkandung di dalam beras adan merah adalah vitamin B2. Cukup bergizi juga kan beras adan ini Netas? Semakin menunjukkan bahwa pilihan beras ini merupakan pilihan beras yang sehat untuk keluarga.

2. Hanya Bisa Dipanen Sekali Dalam Setahun

Ternyata padi adan ini tidak bisa ditanam dengan cara asal-asalan lho. Semua perlu diatur, mulai dari  cara menanam, jarak tanam, lama penyemaian, sampai dengan cara memberantas hama yang hanya menggunakan bahan alami. Petani tidak memakai pupuk berunsur kimia ataupun obat-obat hama sama sekali. Untuk dapat mengolah padi adan masyarakat lokal diberi pelatihan untuk menggiling padi dengan baik, untuk menghindari kerusakan saat proses penggilingan padi.

Yang unik padi adan masa panennya hanya sekali dalam enam bulan Netas. Masyarakat Krayan pernah mencoba untuk menanam padi adan lebih dari sekali dalam setahun, namun tidak berhasil. Jadi setelah panen, selama enam bulan berikutnya sawah dibiarkan diinjak-injak oleh kerbau. Kotoran kerbau juga dimanfaatkan menjadi pupuk untuk menyuburkan lahan sawah tersebut. Hal itulah yang membuat beras adan ini semakin istimewa dengan aroma harumnya dan bermutu tinggi terutama untuk kesehatan.

3. Karakteristik Beras Adan

Lalu gimana ya tekstur dan rasa beras adan ini Netas? Saat sudah diolah menjadi nasi, beras ini terkenal dengan teksturnya yang pulen, rasanya yang manis, dan aromatik. Sangking terkenalnya, Sultan Brunei Darussalam disebut-sebut sebagai penggemar berat beras adan krayan juga lho. Dikabarkan ia pun sampai punya lumbung beras sendiri untuk menyimpan beras ini. Selain Sultan Brunei, beras adan Krayan juga disajikan untuk tamu di acara-acara penting, serta merupakan bagian penting dari tradisi kuliner setempat (Luk Kenen Tau). (*/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP