alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Gandeng IAM Community, Intiland Garap Potensi Market Milenial

19 November 2020, 17: 36: 16 WIB | editor : Wijayanto

SASAR MILENIAL: Komunitas IAM saat melakukan kunjungan ke salah satu proyek Intiland belum lama ini. Saat ini Intiland fokus menggarap market milenial yang potensinya cukup besar dan terus berkembang.

SASAR MILENIAL: Komunitas IAM saat melakukan kunjungan ke salah satu proyek Intiland belum lama ini. Saat ini Intiland fokus menggarap market milenial yang potensinya cukup besar dan terus berkembang. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Potensi market dari kalangan milenial yang cukup besar dan terus berkembang membuat developer semakin intensif menggarap kalangan milennial. Sebab mereka harus diberi pemahaman yang komprehensif tentang industri properti sejak dini. 

Menurut Theresia Rustandi, Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi milenial, pihaknya membentuk wadah Intiland Youth Panel bersama I AM Community. Melalui program ini, pihaknya ingin terus mensosialisasikan sektor properti dan menyelenggarakan beragam aktivitas edukasi properti kepada anak-anak muda sejak dini.   

Pengenalan industri dan investasi properti kepada kalangan milenialmenjadi langkah strategis dalam rangka membangun industri secara berkelanjutan. Sebab sektor properti merupakan salah satu penggerak utama perekenonomian nasional. 

“Sektor properti memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena terdapat 175 industri ikutan, 350 pelaku UMKM dan menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja,” kata Theresia Rustandi kemarin secara online.   

Sebab itu, bagaimana kalangan milenial ini paham tentang properti, mengerti investasi properti dan mampu berinvestasi atau membeli produk property. Ini penting sebab mereka adalah market paling potensial dimasa depan.      

Selama ini banyak kalangan millennial yang tidak menganggap penting property. Mereka lebih tertarik pada gaya hidup, hobi, travelling, entertainment maupun aktivitas lainnya. Hal ini karena masih kurangnya sosialisasi pada kalangan millennial tentang pentingnya berinvestasi di sektor properti. 

“Mereka harus diberi edukasi sejak dini. Bagaimana mengelola keuangan dengan baik sehingga saat nanti mereka mampu membeli properti,” tambahnya. 

Pihaknya berkolaborasi dengan IAM Community yang banyak melakukan edukasi, sharing knowledge, talkshow dan seminar dengan kalangan anak-anak muda.Pihaknya juga memberikan dukungan program vokasi dan kemahasiswaan UI. “Kami membuka kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkiprah dan belajar mengenai industri properti melalui I AM Community,” tandasnya.  

Sementara itu, Monica Tanata, CEO dan Founder IAM Community menjelaskan, I AM Community merupakan komunitas yang beranggotakan anak-anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan dan wilayah. “Kami focus pada program edukasi, keahlian, pengembangan personal, dan motivasi mengenai industri dan investasi properti,” kata Monica.

Menurutnya, member IAM Community sebagian dari kalangan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka cukup antusia, kreatif dengan ide-ide segar dan punya passion kuat untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Dikatakan, setiap individu dianugerahi potensi dan bakat sendiri-sendiri. Namun mereka belum tahu bagaimana cara mengembangkan talentnya serta memiliki passion, dan komitmen untuk maju dan berkembang. “Peran kami adalah membantu mereka menemukan jalan tersebut,” kata Monica Tanata. (fix) 

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP