alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Bea Cukai Sidoarjo Musnahkan Jutaan Rokok Ilegal Hasil Penggerebekan

18 November 2020, 18: 52: 53 WIB | editor : Wijayanto

DIBAKAR: Pemusnahan jutaan rokok ilegal tak berpita cukai di halaman Kantor Bea Cukai Sidoarjo.

DIBAKAR: Pemusnahan jutaan rokok ilegal tak berpita cukai di halaman Kantor Bea Cukai Sidoarjo. (ISTIMEWA)

Share this      

Sidoarjo - Operasi “Gempur Rokok Ilegal” terus digiatkan oleh Bea Cukai Sidoarjo sebagai bentuk komitmen menekan peredaran rokok illegal. Meski pandemi tengah mendera, operasi tetap dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan. Sehingga berhasil melakukan penindakan terhadap sebuah bangunan yang digunakan sebagai pabrik untuk memproduksi rokok ilegal dengan nilai barang bukti yang cukup besar.

Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Pantjoro Agoeng, mengungkapkan, pengungkapan ini berawal saat petugas P2 Bea Cukai Sidoarjo melakukan pemeriksaan terhadap sebuah bangunan yang diindikasi kuat menjadi tempat produksi rokok ilegal, 1 Oktober lalu. Bangunan itu berlokasi di Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Selanjutnya dari hasil pemeriksaan di dalam bangunan tersebut, petugas berhasil menemukan puluhan karton rokok dengan rincian 29 karton rokok ilegal jenis SKM merk C@FFEE STIK yang telah dikemas untuk penjualan eceran tanpa dilekati pita cukai, serta 56 karton rokok ilegal jenis SKM dalam bentuk batangan dengan jumlah seluruh rokok ilegal yang berhasil diamankan sebanyak 1.942.400 batang.

BEBER BARBUK: Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Pantjoro Agoeng, bersama pejabat dari Kanwil DJBC Jatim I, Kejari, Polres, Kodim 0816, Pomal, KPKNL dan Pemkab menunjukkan barang bukti rokok ilegal.

BEBER BARBUK: Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo, Pantjoro Agoeng, bersama pejabat dari Kanwil DJBC Jatim I, Kejari, Polres, Kodim 0816, Pomal, KPKNL dan Pemkab menunjukkan barang bukti rokok ilegal. (ISTIMEWA)

Di samping itu, petugas juga menyita satu buah mesin maker/pembuat rokok jenis MILD dan satu buah mesin HLP/mesin pengemas rokok yang digunakan untuk memproduksi rokok ilegal tersebut. Total nilai barang ditaksir mencapai Rp1,9 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1 miliar.

“Perbuatan yang dilakukan tersangka dengan inisial MS tersebut patut diduga melanggar Pasal 50 dan/atau Pasal 54 dan/atau Pasal 56 UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007,” terang Pantjoro Agoeng.

Tersangka tanpa memiliki izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 menjalankan kegiatan pabrik, tempat penyimpanan, atau mengimpor barang kena cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai dan/atau menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dan/atau menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana.

Dijelaskan Pantjoro Agoeng, Bea Cukai Sidoarjo telah berkomitmen untuk terus melakukan upaya menekan peredaran rokok ilegal dengan menjaga kewaspadaan dan fokus dalam pengawasan serta menindak tegas pelaku pelanggaran UU Cukai, baik secara mandiri maupun bersinergi dengan pemda kabupaten/kota.

“Kesadaran dan partisipasi serta peran seluruh masyarakat dalam menaati aturan perundang-undangan dan tidak kompromi terhadap produk ilegal tidak hanya akan mendukung kinerja Bea Cukai, namun juga mampu meningkatkan iklim usaha industri yang sehat dan kondusif,” paparnya.

KPPBC Sidoarjo Musnahkan 7,7 Juta Rokok Ilegal Senilai Rp7,5 M

KPPBC TMP B Sidoarjo selanjutnya disebut Bea Cukai Sidoarjo sebagai unit vertikal operasional pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di bawah koordinasi Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I menjalankan tugas fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan dan cukai pada wilayah kerja Kota Surabaya (kecuali wilayah Pelabuhan Tanjung Perak), Kabupaten Sidoarjo (Kecuali wilayah Bandara Juanda) dan Kabupaten serta Kota Mojokerto, termasuk di dalamnya tugas pengawasan terhadap produksi dan peredaran Barang Kena Cukai (BKC) di tiga wilayah pemda kabupaten/kota tersebut.

Bukan hanya memastikan hak penerimaan keuangan negara dari sektor cukai terpenuhi sebagai revenue collector, namun Bea Cukai juga melaksanakan penegakan hukum dalam UU Cukai dengan memberantas BKC ilegal.

Rabu (18/11), Bea Cukai Sidoarjo kembali melakukan pemusnahan hampir 7,7 juta batang rokok illegal. Tepatnya mencapai 7.679.460 batang hasil dari 30 kali penindakan di bidang cukai oleh Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) selama kurun waktu April 2020 sampai September 2020. Rokok yang terbukti ilegal ini diperkirakan bernilai Rp7,5 miliar dengan potensi hak keuangan negara sebesar Rp4,5 miliar.

Penindakan ini telah memperoleh persetujuan pemusnahan dari Menteri Keuangan RI sesuai surat nomor S-237/MK.6/KN.5/2020 tanggal 03 November 2020 yang ditandatangani oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) atas nama Menteri Keuangan.

Secara simbolis pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Sidoarjo beserta pejabat dari Kanwil DJBC Jatim I, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Kepolisian Resort Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, Pomal Juanda, KPKNL dan Pemkab Sidoarjo.

Pemusnahan selanjutnya dilakukan di tempat pembakaran milik PT Hijau Alam Nusantara (HAN) yang berlokasi di Mojokerto. Pemusnahan ini di bawah pengawasan tim pengawas pemusnahan beranggotakan petugas Bea Cukai Sidoarjo, Pomal Juanda dan lainnya.

Bea Cukai Sidoarjo tidak hanya melakukan operasi pengawasan dan penindakan maupun operasi pasar bersama dengan pemda kabupaten/kota dalam rangka pemberantasan BKC illegal. Namun juga telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai ketentuan Undang Undang Cukai, baik dengan penyuluhan maupun iklan layanan masyarakat melalui berbagai media, yaitu media elektronik (radio), media online, media social , media cetak, media luar ruang (billboard), media lainnya (leaflet, stiker).

Selanjutnya secara persuasive, Bea Cukai Sidoarjo juga mengajak dan mengharapkan seluruh pelaku usaha di bidang cukai untuk lebih menaati aturan dalam produksi maupun peredaran BKC, termasuk di dalamnya rokok, MMEA dan HPTL (vapour atau e-liquid).

Diharapkan ke depan tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha pabrik BKC, baik dalam hal produksi, perizinan maupun peredarannya agar penerimaan keuangan negara dari sektor cukai menjadi lebih optimal dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. (*/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP