alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Tiga Tahap Racik Parfum untuk Identitas Pribadi

05 November 2020, 19: 06: 50 WIB | editor : Wijayanto

RACIK PARFUM: Monica menunjukkan tutorial cara meracik parfum dengan bibit parfum pilihan berbagai aroma di salah satu cafe di kawasan Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

RACIK PARFUM: Monica menunjukkan tutorial cara meracik parfum dengan bibit parfum pilihan berbagai aroma di salah satu cafe di kawasan Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Siapa yang tak mengenal parfum. Pasti semua orang pernah memakainya untuk menambah kepercayaan diri ketika akan bepergian atau mengadakan pertemuan dengan orang lain. Bahkan ketika bekerja atau bersosialisasi, kita menggunakan cairan berbau harum ini.

Parfum tak hanya pendongkrak kepercayaan diri. Namun juga bisa dijadikan sebuah simbol karakter penggunanya dari jenis wewangian yang dipilih. Seperti yang dijelaskan oleh owner Kamo Perfume, Monica, ketika menggelar kelas meracik parfum di kawasan Jalan Gubeng, Surabaya.

Menurut Monica, urutan membuat atau meracik parfum sebenarnya sangat mudah. Terlebih dahulu dimulai dari memilih bibitnya. Yang pertama adalah memilih bibit parfum yang top notes. Di urutan ini direkomendasikan untuk menggunakan bibit parfum yang memiliki aroma buah atau bunga.

"Untuk top notes ini bisa pakai aroma grapefruit, lavender, rosemarry, lime, lemon dan lain sebagainya. Di bagian ini cukup 30 persen saja," ujar Caca, sapaan karib wanita berkulit putih ini, Rabu (4/11).

Setelah ditentukan pilihan pada top notes, kemudian memilih bibit yang kedua sebagai inti dari wangi parfum yang diinginkan. Pada urutan middle note ini, Caca merekomendasikan bau-bauan seperti black pepper, jasmine, nutmeg, yiang-yiang, rose dan chinnamon.

Setelah memilih bibit tahap kedua, berikutnya dipilih bibit ketiga. Yang disarankan Caca, yakni bibit parfum berbau cedarwood, cypress, ginger, vanilla, sandalwood atau pine. Setelah mendapatkan bau wangi yang diinginkan, maka tiga cairan bibit itu dicampur menjadi satu dengan takaran tertentu.

"Middle notes porsinya lebih banyak yaitu 50 persen dari campuran. Sedangkan base notes cukup 20 persen saja. Karena penentu bau wanginya nanti ditentukan oleh top dan middle, dua itu yang penting," tukas cewek berkacamata ini.

Hasil racikan tentu bisa dirasakan pada bau wanginya. Pada minggu pertama, parfum akan dominan pada wangi top notes. Sedangkan di minggu berikutnya, parfum yang telah dicampur dengan tiga bahan itu akan lebih dominan pada aroma middle.

"Prosedurnya parfum ada tiga kategori yaitu top, middle dan base. Yang paling penting itu middle, intinya aroma paling akhir adalah base, biasanya nggak terlalu strong atau dominan, hanya muncul di saat-saat terakhir saja," paparnya.

Dengan adanya kelas tersebut, Caca ingin pengguna parfum menyesuaikan dengan seleranya masing-masing. Selain itu, Caca mengajak konsumennya untuk membuat parfum yamg tidak sama dengan di pasaran. "Jadinya enak gitu bisa pilih sendiri sesuai selera penggunanya. Jadi parfum ini lebih ke privasi kita, seperti itu," pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP