alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Bidik Pelaku UMKM, Gelis Perluas Dealer dan Aktif Pameran

29 Oktober 2020, 12: 54: 13 WIB | editor : Wijayanto

Pengunjung melihat dan mencoba produk Gelis.

Pengunjung melihat dan mencoba produk Gelis. (M AFIQ FIRDAUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Meskipun kondisi masih dibayangi pandemi Covid 19, namun PT Solar Panel Indonesia (SPI) tetap optimis penjulan kendaraan niaga roda tiga untuk pelaku UMKM, Gerobak Listrik (Gelis) tetap akan tumbuh. Untuk itu, selain terus memperbanyak dealernya di sejumlah kota di Indonesia, mereka juga aktif mengikuti pameran.

Chief Sales & Marketing Officer PT Solar Panel Indonesia, Dipl.-Ing. Ary Tjahyono S.E. mengatakan, untuk meningkatkan penjualan Gelis, pihaknya  telah menyiapkan berbagai perangkat pendukung.  Salah satu yang utama adalah memperluas jaringan pemasaran dan layanan purnajual.

“Sekarang kami telah membuka 10 dealer untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baik di pemasaran maupun di layanan purna jual,” kata Ary Tjahyono, kemarin.

Dikatakan, saat ini dealer Gelis telah tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia. Tiga dealer ada di Jakarta, sementara tujuh dealer lain menyebar di beberapa kota seperti di Bogor, Karawang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali dan Lombok. “Ke depan, kami akan terus menambah jumlah dealer. Hal ini seiring dengan makin meningkatnya permintaan Gelis di beberapa kota di Indonesia,” tambahnya.

Hal ini juga diimbangi dengan penambahan kapasitas produksi. Saat ini, PT SPI pada tahap awal  memproduksi 10 unit per hari di pabrik kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Kapasitas produksi ini terus dikembangkan seiring bertumbuhnya jumlah permintaan pasar.

Beberapa komponen Gelis juga telah diproduksi di dalam negeri, seperti baterai, sasis, bodi, serta beberapa perangkat kendali. Sedangkan beberapa komponen lain seperti motor listrik, controller, gandar, sistem kemudi dan roda masih diimpor. “Kami bertekad akan terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) seiring perkembangan,” tandas Ary.

Dijelaskan, saat ini pihaknya gencar memasarkan produk tipe pertama, yaitu Gelis 300.  Berbekal motor elektrik berdaya 800 Watt dengan suplai daya dari baterai tipe VRLA 48v-26AH, Gelis 300 mampu melaju hingga kecepatan maksimum 30 km/jam dengan jarak tempuh rata-rata 30 km.

Gelis 300 yang didukung rangka ringan dengan berat kotor 600 kg mampu mengangkat beban hingga 300 kg.  Hal ini ddidukung penggunaan per belakang model daun dan suspensi depan telescopik.

Kendaraan tiga roda berpenggerak roda belakang ini juga mampu menanjak hingga sudut kemiringan 15 derajat.  Saat ini Gelis 300 tersedia di pasaran dalam empat varian, yaitu Gelis Light Metal, Gelis Retro, dan Gelis Cargo dengan harga berkisar Rp 20 juta, serta Gelis Garbage dengan harga  Rp 22 juta.

Untuk mendongkrak penjualan dan sekaligus memperluas jaringan, pihaknya intens mengikuti pameran. Saat ini mengikuti dua pameran sekaligus di  Yogjakarta yakni SAEXPO 2020 di Plaza Ambarukmo tanggal 27 Oktober – 01 November 2020 dan Gerobak UKM Innovation Expo di Gedung Penghubung Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) tanggal 27 Oktober – 08 November 2020.

Pameran SAEXPO 2020 bertujuan menggairahkan kembali usaha para UMKM agar bangkit akibat Covid-19.  Sehingga kedepan usaha manufaktur mebel dan kerajinan dalam masa new normal tetap akan terjaga keberlangsungannya dengan baik.

Pameran SAEXPO 2020 ini diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan (ASMINDO) Komda DIY dan didukung Pemprov DIY, Kemenparekraf RI dan Kemenkop UKM RI, diresmikan oleh KGPAA Paku Alam X/Wakil Gubernur DIY di Plaza Ambarrukmo pada tanggal 27 Oktober 2020.

Sementara itu di pameran “Gerobak UKM Innovation Expo” yang bertajuk inovasi dan kolaborasi untuk pengembangan ekonomi dan sumber daya manusia UMKM, Gelis memamerkan 4 model standar dan 2 model dari modifikator Yoong Motor dan Raptor.

“Kami mendukung pengembangan usaha UMKM dan sekaligus memperkenalkan kendaraan roda tiga bermotor listrik yang ramah lingkungan, harga terjangkau dengan biaya operasional yang ekonomis,” ujar Ary Tjahyono. (fix)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP