alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Perpustakaan Umum Surabaya Tutup Sementara

Ruangan dan Rak Tetap Disemprot Disinfektan Meski Tidak Ada Pengunjung

27 Oktober 2020, 15: 53: 06 WIB | editor : Wijayanto

TERAPKAN PROKES: Petugas menyemprotkan cairan desinfektan pada buku koleksi Perpustakaan Umum Kota Surabaya di kompleks Alun-alun Surabaya.

TERAPKAN PROKES: Petugas menyemprotkan cairan desinfektan pada buku koleksi Perpustakaan Umum Kota Surabaya di kompleks Alun-alun Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meski layanan Perpustakaan Umum Kota Surabaya di Balai Pemuda ditutup sementara, namun petugas tetap menjalankan aktivitasnya seperti melakukan penataan buku hingga penyemprotan disinfektan di sekitar ruangan maupun di bagian rak buku.

Kasi Informasi dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Imam Budi mengatakan, setiap hari, pihaknya rutin untuk mensterilkan ruangan baca meskipun perpustakaan ditutup sementara. Tujuannya membiasakan kebiasaan di tatanan normal baru ini. "Jadi setiap hari kita bersihkan, meski tidak ada pengunjung," katanya, Selasa (26/10).

Ribuan buku-buku yang ada di rak juga selalu ditata agar terlihat rapi. Perapian tersebut juga agar sewaktu-waktu Perpustakaan Balai Pemuda dibuka, pengunjung bisa membaca buku. Bahkan, semua pintu di perpustakaan dibuka agar terjadi sirkulasi udara untuk menghindari penyebaran corona melalui udara apabila air conditioner (AC) dinyalakan. "Dalam beberapa hari ini, kami akan mengevaluasi pembukaan di perpustakan," tambahnya.

Perpustakaan Balai Pemuda ditutup kembali pasca aksi anarkis para demonstran pada 8 Oktober lalu. Nantinya ketika buka lagi, pengunjung perpustakaan setelah memilih buku diwajibkan membaca di selasar yang sudah siap dengan 18 meja bertirai juga kursi dengan jarak satu setengah meter.

Pungunjung pun tidak boleh meminjam buku untuk dibawa pulang. "Satu orang wajib membawa buku ke teras hanya tiga buku, kalaupun nanti mau pinjam lagi buku harus ditaruh di tempat yang sudah kami sediakan demi menjaga prokes yang sudah kami terapkan," tegasnya.

Ke depan, pembaca akan kembali lagi bisa membaca buku di ruangan perpustakaan ketika situasinya sudah normal. Karena saat ini pihaknya terus mengevaluasi terkait dengan penerapan protokol kesehatan agar tidak ada kerumunan di dalam satu ruang. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP