alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jadikan Sumpah Pemuda Momentum Tumpas Narkoba, Polisi Gilas 78,6 Kg SS

27 Oktober 2020, 05: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIMUSNAHKAN: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Edison Isir beserta jajaran dan pejabat instansi terkait menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di halaman Mapolrestabes Surabaya.

DIMUSNAHKAN: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Edison Isir beserta jajaran dan pejabat instansi terkait menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di halaman Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk bersama memberantas narkoba. Para pemuda harus terlibat dalam pencegahan peredaran narkoba. Ini disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir saat pemusnahan barang bukti narkoba.

Selama periode Juni hingga Oktober 2020 sebanyak 331 kasus diungkap. Ada 461 tersangka ditangkap, 29 di antaranya wanita. Pemusnahan narkoba itu disaksikan BNNK Surabaya, Pengadilan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Surabaya dan Perak, serta berbagai instansi  dan aktivis pemberantasan narkoba. 

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut adalah hasil tangkapan selama Juni-Oktober. Sebanyak 78,671 kilogram sabu-sabu (SS), 14.791 butir ekstasi, 294,69 butir ekstasi, 17.728 butir happy five, dan 96 ribu pil LL. 

"Barang bukti yang dimusnahkan ini hasil ungkap Satresnarkoba saja. Dengan jumlah 25 kasus dan 33 tersangka diamankan," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti narkoba diperiksa dulu keasliannya. Kemudian  pemusnahan dilakukan secara bertahap hingga barang bukti habis terbakar. "Semua harus bersatu untuk memberantas narkoba," kata Isir.

Ia mengatakan, jaringan narkoba itu mengedarkan sabu di berbagai wilayah di Jawa Timur. Baik itu di Surabaya, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, dan daerah lainnya. "Kita harus bentuk jaringan pemberantasan dengan melibatkan seluruh komponen," ungkap Isir.

Namun, ia mengakui memberantas narkoba memang sulit. Anggota yang terlibat harus memiliki integritas. Sebab, tidak sedikit kurir atau bandar berani mengeluarkan uang agar tidak ditangkap. Godaan itu hanya bisa ditangkal jika petugas punya integritas. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP