alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bibi Pengedar Paksa Keponakan di Bawah Umur Jadi Kurir Sabu

27 Oktober 2020, 02: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

NEKAT: Tersangka Yatie (kedua dari kiri) saat dirilis di Polrestabes Surabaya.

NEKAT: Tersangka Yatie (kedua dari kiri) saat dirilis di Polrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebuah fakta baru terungkap dari pengedar sabu-sabu (SS) yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Tersangka Yatiek, 31, warga Jalan Manukan, Surabaya, menggunakan jasa anak di bawah umur untuk mengantar sabu pesanan pelanggannya. 

Setiap ada pesanan ia meminta ponakannya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) untuk mengantar sabu ke pelanggan. Yatiek yang membuka toko kelontong di rumah itu sengaja menggunakan jasa keponakannya agar tidak diketahui polisi. 

Benar saja. Selama ini bisnisnya mengedarkan sabu sulit terendus. Ia baru ditangkap setelah Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap jaringan atasnya dan menemukan 1,5 kilogram sabu di rumah Yatiek. 

"Ponakannya ini diancam jika tidak mau mengantar, maka tidak akan diberi uang jajan, " jelas Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian. 

Memo mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ini terkait pemilihan keterlibatan anak dalam bisnis narkoba. 

Selama ini bocah tersebut sudah diracuni tersangka Yatie dengan menggunakannya sebagai kurir sabu. "Kami sudah meminta KPAI untuk memulihkan psikisnya," ujarnya.

Memo mengungkapkan, keluarga Yatiek juga terlibat jaringan narkoba dan saat ini mendekam di beberapa lapas di Jawa Timur. Pamannya  mendekam di Lapas Pamekasan, kakaknya di Lapas Madiun. Begitu juga adiknya berstatus terpidana dalam perkara yang sama. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP