alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Calon Penumpang KA Jarak Jauh-Menengah Wajib Rapid Test H-1

27 Oktober 2020, 04: 50: 59 WIB | editor : Wijayanto

ANTRE: Calon penumpang kereta menjalani tes cepat (rapid test) Covid-19 di Stasiun Gubeng Baru, Surabaya, Senin (26/10).

ANTRE: Calon penumpang kereta menjalani tes cepat (rapid test) Covid-19 di Stasiun Gubeng Baru, Surabaya, Senin (26/10). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menjelang libur panjang akhir Oktober ini, penumpang kereta api jarak menengah maupun jauh mengalami peningkatan signifikan. Meski kondisi Covid-19 saat ini masih belum reda, untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di perjalanan kereta api, penumpang diwajibkan untuk melakukan rapid test terlebih dahulu. 

Dari pantauan Radar Surabaya di Stasiun Gubeng, sejak pagi penumpang sudah antre menunggu giliran rapid test. Layanan rapid test dikenai tarif Rp 85 ribu per orang. Calon penumpang tersebut mengambil nomor antrean lebih dulu di customer service Stasiun Gubeng.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan, area Daop 8 Surabaya mewajibkan kepada penumpang kereta api jarak jauh atau menengah untuk rapid sebelum H-1 jadwal keberangkatan. Pelanggan yang berhak melakukan rapid test di stasiun ini, diharuskan memiliki kode booking tiket KA jarak menengah atau jauh.

"Sesuai dengan protokol kesehatan, bagi calon penumpang yang kedapatan reaktif pada saat rapid test maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan KA. Selanjutnya bea tiket akan dikembalikan 100 persen di luar bea pesan,  serta kami sarankan melakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut," jelas Suprapto.

Namun, lanjut dia, bagi penumpang yang sudah melakukan rapid test atau swab secara mandiri wajib membawa surat keterangan tersebut saat hendak boarding pass. 

Suprapto menegaskan, pihaknya tidak menyarankan bagi calon penumpang datang 3 jam sebelum keberangkatan untuk melakukan rapid test di stasiun. "Karena bisa menggangu kelancaran perjalanan penumpang. Akibat risiko tertinggal kereta api karena antrean rapid test yang cukup padat," tegasnya.

Rapid test disediakan di lima stasiun besar yaitu Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Sidoarjo, Mojokerto, dan Malang. Jam operasional layanan tersebut rata-rata pukul 07.00–19.00 WIB. 

Suprapto menjelaskan hingga 1 November mendatang terdapat 50. 534 duduk dan yang sudah tersisi 27.617 tempat duduk. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat dalam mobilisasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, PT KAI Daop 8 Surabaya akan mengoperasikan 23 KA Jarak Menengah/Jauh dan 46 KA Lokal.

"Diperkirakan, lonjakan jumlah penumpang akan terjadi mulai tanggal 28 Oktober, dengan dominasi tujuan KA ke arah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Banyuwangi. Sementara diprediksi untuk arus balik penumpang akan terjadi pada tanggal 1 November," jelasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang KA jarak jauh, Dian Prihantini mengatakan, dengan adanya rapid test ini membuatnya bisa mengetahui kondisi kesehatan, apakah reaktif atau tidak.

"Ya gak apa-apa, Mas, jika emang harus membayar. Yang penting kan saat naik kereta kita tidak waswas dengan kondisi kita dan sekeliling. Lebih percaya dirilah," kata calon penumpang jurusan Jakarta tersebut. (rmt/opi)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP