alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya
Ingin Terbebas dari Banjir

Masyarakat Krembangan Utara Dukung Paslon MAJU di Pilkada Surabaya

26 Oktober 2020, 16: 12: 10 WIB | editor : Wijayanto

Machfud Arifin

Machfud Arifin (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Masyarakat Krembangan Utara menyatukan dukungan untuk paslon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU). Dukungan ini diberikan lantaran paslon MAJU yang dikenal peduli tersebut dinilai dapat membebaskan warga dari banjir yang acap kali melanda ketika hujan turun.

"Kalau hujan turun kami masyarakat langsung bersiap-siap karena pasti ada banjir. Sudah dari dulu hingga saat ini pasti banjir, karena itu dengan adanya Pak Machfud Arifin-Mujiaman diharapkan persoalan ini dapat teratasi," ungkap Tokoh Masyarakat Krembangan Utara, S. Isdiyanto.

Lebih lanjut, Isdiyanto mengatakan ketika hujan datang, sungai yang berdekatan dengan permukiman penduduk meluap, sehingga banjir pun kerap kali terjadi. Meluapnya air juga disebabkan oleh menumpuknya sampah di bantaran sungai. 

Terdapat juga bangunan-bangunan liar di atas bantaran sungai sehingga untuk pembersihan sulit untuk dilakukan. Ia mengaku telah mengadukan penumpukkan sampah tersebut kepada pemerintah namun dikatakan proyek kali tersebut adalah milik pemprov. 

Oleh karena itu, untuk melakukan pembersihan sungai atau penertiban bangunan liar merupakan tanggung jawab dari pemprov.

"Di Musrenbang kami ajukan agar sungai ini dibersihkan supaya warga tidak kebanjiran, namun dari pihak kecamatan, kami mendapatkan jawaban seperti itu. Maka dari itu, Pak Machfud Arifin menjadi harapan agar persoalan ini dapat selesai," tutupnya.

Masih di Krembangan Utara, Tokoh Masyarakat lainnya, Sumanto, mengatakan banjir juga disebabkan karena selokan warga membutuhkan peremajaan. Kendati sangat dibutuhkan namun hingga saat ini belum terealisasi.

"Kami yakin Pak Machfud Arifin dan Pak Mujiaman dapat merealisasikan peremajaan selokan agar tidak ada lagi banjir di permukiman ini," terang Sumanto.

Menanggapi hal ini, Cak Machfud mengatakan persoalan tersebut dapat segera teratasi. Terkait koordinasi kepada pihak Pemprov, Kapolda Jatim periode 2016-2018 ini melihat tidak ada kesulitan. 

Koordinasi dan komunikasi seperti itu selalu dilakukannya ketika masih mengabdi di kepolisian.

"Kita hanya perlu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemprov, ini pasti akan saya lakukan bila nati diamanahi menjadi Walikota Surabaya" kata dia.

Selain itu, untuk peremajaan selokan, Cak Machfud memiliki program dana RT sebesar Rp. 150 juta per tahun. Menurutnya dengan perogram tersebut peremajaan dapat dilakukan untuk membebaskan warga dari jeratan banjir.

"Jika RT dan warga menginginkan dilakukan peremajaan selokan, ini bisa kami lakukan dengan menggunakan dana program RT tersebut. Inilah komitmen kami agar pembangunan dapat dilakukan secara merata," pungkas Cak Machfud. (*)

(sb/rud/jay/JPR)

 TOP