alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Hadapi Libur dan Cuti Bersama

Gubernur Imbau Warga yang Akan Keluar Kota Lakukan Tes Swab

26 Oktober 2020, 05: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk meminimalkan perjalanan menjelang libur panjang dalam waktu dekat sekaligus memastikan bahwa protokol kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat. Ia juga mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada, karena penyebaran Covid-19 belum benar-benar berakhir dan bisa meningkat sewaktu-waktu.

"Apabila memang ingin ke luar kota, pastikan betul bahwa diri kita aman dengan dites terlebih dahulu, sehingga yakin dalam keadaan negatif. Jangan sampai kita menjadi penular bagi ibu, bapak, kakek, nenek maupun saudara yang berada di daerah," ujarnya.

Imbauan tersebut menurut Khofifah sangat penting untuk pencegahan penularan virus Covid-19 pada daerah yang rentan dan mencegah terjadinya klaster keluarga. Menurutnya imbauan ini bukan tanpa alasan, karena sebelumnya Jatim pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19, pada Juni lalu. Khususnya di beberapa Kabupaten yang menjadi daerah mudik.

"Kami juga mengingatkan para Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di lingkungannya kabupaten/kota/kecamatan/kelurahan dan desa serta RT/RW untuk lebih mengoptimalkan fungsi dan peran kampung tangguhnya masing-masing guna mencegah penularan Covid-19. Alhamdulillah saat ini juga memiliki ribuan kampung tangguh yang siap untuk melakukan screening para pemudik guna mencegah penyebaran Covid-19. Saya harapkan kampung tangguh perannya dapat lebih optimal dalam masa liburan panjang ini," paparnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan meskipun tidak dilarang berlibur atau bepergian ke luar kota karena pariwisata dibuka, namun menurutnya lebih baik menghindari kerumunan dengan berinteraksi di dekat rumah saja. Ia menyarankan agar masyarakat dapat memilih destinasi yang aman dan nyaman, out door dan jangan mengajak keluarga dengan resiko tinggi, baik komorbid maupun lansia dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

"Jika tidak demikian agar tetap tinggal di rumah meskipun liburan atau berpergian tidak dilarang. Namun demi menjaga keamanan keluarga diharapkan untuk tetap berhati-hati dengan salah satunya adalah menjauhi kerumunan," katanya.

Terkait lokasi wisata yang sudah dibuka dan kemungkinan menjadi tujuan libur panjang,  Khofifah juga memastikan bahwa kapasitas maksimal yang boleh dipakai hanya 50 persen saja dan diutamakan wisata dengan resiko penularan yang rendah yakni wisata outdoor. "Pastikan wisata tersebut aman dari kerumunan, batasi jumlah pengunjung hingga maksimal 50 persen dan pastikan wisata tersebut dilakukan secara outdoor atau dengan ventilasi yang cukup," tegasnya.

Khofifah juga menyampaikan terima kasih pada masyarakat yang selama 2 bulan terakhir ini makin patuh pada protokol kesehatan sehingga hasilnya kasus Covid-19 makin  menurun. Meskipun demikian, ia meminta masyarakat terus waspada terhadap lonjakan kasus jangan sampai lengah.

Diketahui dalam satu bulan terakhir, penanganan kasus Covid-19 di Jatim menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Tidak hanya telah bebas dari zona merah, 50 persen kabupaten/Kota di Jatim pun telah menjadi zona kuning. Selain itu  kasus aktif COVID-19 yang terus menurun. Kemudian testing terus dilakukan secara masif sehingga positivity Rate Jatim juga menurun menjadi 7 persen dari yang sebelumnya 31 persen pada bulan Juli. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP