alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Terimbas Demo, Perpus Balpem dan Rungkut Ditutup Sementara

26 Oktober 2020, 02: 38: 19 WIB | editor : Wijayanto

TUTUP: Petugas berjalan tak jauh dari pintu masuk Perpustakaan Umum Kota Surabaya yang masih tutup di komplek Alun-alun Surabaya.

TUTUP: Petugas berjalan tak jauh dari pintu masuk Perpustakaan Umum Kota Surabaya yang masih tutup di komplek Alun-alun Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Layanan perpustakaan di Balai Pemuda kembali ditutup pasca dibuka pada 7 September lalu. Penutupan tersebut dikarenakan situasi yang dinilai kurang kondusif karena aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law, beberapa waktu lalu, yang kerap menyasar ke area dekat Balai Pemuda.

Kasi Informasi dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Imam Budi mengatakan, Perpustakaan Balai Pemuda tutup sementara sampai situasi dianggap kondusif. Perpustakaan Balai Pemuda merupakan satu area dengan Balai Pemuda dan juga Alun-Alun Surabaya yang juga tutup. "Rencana dibuka masih nunggu situasi kondusif, karena saya dengar-dengar masih akan ada demo lagi," katanya, Jumat (23/10).

Selain itu, pihaknya juga menyesuaikan dengan Alun-Alun Surabaya yang saat ini juga ditutup. Seperti diketahui, aksi demonstrasi tolak Omnibus Law pada 8 Oktober lalu sangat ricuh menyebabkan beberapa infrastruktur di jantung kota dirusak oleh para pengunjuk rasa. Bahkan imbasnya tak hanya Perpustakaan Balai Pemuda, perpustakaan di Rungkut milik Pemkot Surabaya juga ditutup sementara. 

"Awalnya pada demo pertama itu, kami buka cuma setengah hari karena situasinya tidak memungkinkan. Akhirnya kami sempat akan buka lagi, tapi situasinya belum kondusif jadi sampai sekarang masih tutup," imbuhnya.

Meski demikian, petugas Perpustakaan di Balai Pemuda tetap standby jika sewaktu-waktu perpustakaan dibuka. "Meski sekarang tutup, kami tetap menyiagakan petugas kami untuk tetap standby di perpustakaan," imbuhnya. Pihaknya juga menyiapkan layanan online untuk referensi buku hingga layanan di akun instagram untuk kegiatan perpustakaan.

Saat ini Perpustakaan Balai Pemuda dibatasi 50 orang pengunjung saja setiap harinya. Jam operasional juga dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Namun jika nanti sudah kembali buka, pihaknya akan menambah jam operasional hingga pukul 19.00 WIB. Karena saat ini pihaknya terus mengevaluasi terkait dengan penerapan protokol kesehatan agar tidak ada kerumunan di dalam satu ruangan.

"Kami juga buka semua pintu agar sirkulasi udara masuk, juga untuk buku-buku yang sudah dibaca kami bersihkan lagi dengan disinfektan. Ruangan pun juga kami bersihkan ketika jam operasional tutup sehingga tetap steril termasuk bukunya," tegasnya.

Pengunjung perpustakaan juga diwajibkan membaca buku di teras yang sudah siap dengan 18 meja bertirai dan kursi dengan jarak satu setengah meter. Pungunjung juga tidak boleh meminjam buku untuk dibawa pulang. "Satu orang wajib membawa buku ke teras hanya tiga buku. Kalau nanti mau pinjam lagi, buku harus ditaruh di tempat yang sudah kami sediakan," pungkasnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP