alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Meski Libur Panjang, Pemutihan PKB Tetap Ditutup 31 Oktober

26 Oktober 2020, 02: 31: 28 WIB | editor : Wijayanto

SESUAI JADWAL: Beberapa warga mengurus pembayaran PKB atau STNK. Meski libur panjang, Bapenda Jatim tetap akan mengakhiri program pemutihan PKB pada akhir bulan ini.

SESUAI JADWAL: Beberapa warga mengurus pembayaran PKB atau STNK. Meski libur panjang, Bapenda Jatim tetap akan mengakhiri program pemutihan PKB pada akhir bulan ini. (ISTIMEWA/CARMUDI)

Share this      

SURABAYA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Timur Muhammad Yasin mengatakan, pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) tetap akan ditutup pada pekan depan, yakni Sabtu (31/10). Menurutnya, pihaknya tidak memberikan kelonggaran tambahan hari, meskipun akhir bulan nanti libur panjang dan cuti bersama.

"Program pembebasan denda keterlambatan pembayaran pajak kendaraan bermotor, sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tetap akan berakhir sesuai jadwal. Tidak ada dispensasi perpanjangan jadwal," ujarnya,  Minggu (25/10)

Pria yang juga kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ini mengimbau bagi masyarakat agar memanfaatkan dengan baik. Menurutnya pada libur panjang nanti, pelayanan di Samsat unggulan seperti Samsat drive thru, Payment Point, Samsat Corner dan Samsat keliling tetap buka. "Selain itu pembayaran pajak secara daring juga tetap buka. Hanya beberapa seperti di kantor Samsat yang tutup cuti bersama. Wajib pajak diharapkan bisa memanfaatkan layanan daring saat libur panjang," ungkapnya.

Lebih lanjut Yasin mengatakan tanggal 31 Oktober layanan semua Samsat dibuka. Menurutnya ini untuk mengakomodir pembayar pajak. "Kami sudah mengantisipasi membeludaknya wajib pajak dengan melakukan rapat dengan Dirlantas Polda Jatim. Kita antisipasi dengan protokol kesehatan sangat ketat. Insya Allah tidak terjadi apa-apa," harapnya.

Selama pandemi Covid-19 Pemprov telah mengeluarkan banyak kebijakan terkait stimulus pajak. Dimulai tanggal 3 April 2020, kebijakan pembebasan sanksi administratif PKB dan BBNKB dikeluarkan. Kemudian dilanjut 12 Juni hingga 31 Agustus dengan memberikan stimulus pajak berupa diskon korona untuk kendaraan roda-2 sebesar 15 persen, dan kendaraan roda-4 sebesar 5 persen. Pemprov Jatim kembali mengeluarkan kebijakan pembebasan sanksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kebijakan ini berlaku mulai 1 September hingga 31 Oktober 2020.

Yasin merinci, pengguna program pemutihan mencapai 301.192  wajib pajak. Dari jumlah itu, pajak yang terserap mencapai Rp 161.758.655.050. Total tersebut diserap dari pembebasan Bea Balik Nama (BBN) dan pembebasan denda sebesar Rp 55.852.663.610. “Antusiasme masyarakat cukup besar,” katanya.

Data kendaraan yang masuk ke Jawa Timur adalah 11.082 kendaraan dengan rincian Obyek roda dua mencapai 2.493 kendaraan dan obyek roda 4 mencapai 8.589 kendaraan. Kemudian yang mendaftar ulang melalui marketplace dan Payment Point Online Bank (PPOB) mencapai 110.549 kendaraan dan memiliki potensi Rp 52.420.405.750. "Program tersebut sangat dirasakan masyarakat. Ini terlihat dari banyaknya wajib pajak yang memanfaatkan program ini," pungkasnya. (mus/jay

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP