alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Jaga Imunitas, Nge-Gym Wajib Terapkan Prokes

26 Oktober 2020, 02: 22: 59 WIB | editor : Wijayanto

JAGA JARAK: Sejumlah pengunjung berolahraga di pusat kebugaran di Grand City Mall Surabaya. Pengelola menerapkan protokol kesehatan seperti penambahan plastik pembatas di setiap alat olahraga dan menjaga jarak.

JAGA JARAK: Sejumlah pengunjung berolahraga di pusat kebugaran di Grand City Mall Surabaya. Pengelola menerapkan protokol kesehatan seperti penambahan plastik pembatas di setiap alat olahraga dan menjaga jarak. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) saat ini, beberapa pusat kebugaran mulai berani membuka layanan. Salah satunya di Gold’s Gym Mal Grand City Surabaya yang sudah beroperasi sejak awal Juli 2020 lalu.

Di pusat kebugaran tersebut, member tidak perlu ragu dan khawatir untuk berolahraga. Senior Personal Trainer Gold’s Gym, Lingga Riski Hadiansyah menjelaskan, para member tidak perlu khawatir akan terpapar virus Corona (Covid-19) di tempat tersebut karena telah disiapkan protokol kesehatan sesuai standar pemerintah.

Sejak awal sebelum adanya pandemi pada medio Juni lalu, pihaknya telah menyiapkan beberapa fasilitas protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak alat gym, sterilisasi, penyekatan dan memberikan tanda silang pada alat tertentu untuk memberikan jarak satu meter.

“Dua minggu sebelumnya, kami sudah menyiapkan protokol kesehatan. Ada tempat cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, dan pembatasan waktu kunjungan. Jadi kita sekat per mesin dan per alat yang ada,” terang Lingga.

Alat-alat yang diberi tanda silang di antaranya adalah trade mill, alat pengecil perut seperti torso, mesin crunch, mesin smith, leg press. Dari beberapa alat tersebut, ada pula yang diberi tanda silang sebagai tanda jaga jarak antar member.

Selain itu, Lingga menjelaskan bahwa pihaknya juga menyediakan hand sanitizer dan tisu di setiap sudut ruangan gym. Gunanya untuk mensterilkan setelah nge-gym dan melap benda yang akan disentuh untuk digunakan. “Untuk member juga diwajibkan memakai masker atau face shield. Kami juga menyarankan untuk memakai sarung tangan,” jelasnya.

Sejak dibuka lima bulan terakhir, member yang sudah kembali sekitar 300-400 orang per hari. Jumlah itu berbeda dengan saat sebelum pandemi, dimana pengunjung per hari bisa mencapai 500 orang. “Member juga sudah mulai sadar untuk meningkatkan imun dengan cara berolahraga. Selain makanan bergizi kan juga butuh work out,” ucapnya.

Untuk kelas yang dibuka di Gold’s Gym selama pandemi juga mengalami penurunan. Awalnya per kelas bisa 50 orang, tapi kini dibatasi hanya 25 orang per hari. Sebelum mengikuti tiap kelas, setiap member diminta mendaftar terlebih dulu melalui online untuk memastikan jumlah dan ketersediaan tempat. “Kelas yang kami batasi jumlah pesertanya itu seperti RPM, zumba, yoga dan lain sebagainya. Kelasnya tetap ada, hanya kita batasi jumlah pesertanya,” imbuhnya.

Untuk member yang ingin nge-gym bisa memulai aktifitasnya dari pukul 06.00 hingga 12.00, kemudian dimulai lagi pada pukul 13.00 sampai 22.00. “Kita tutup sejam karena kita bersihkan alatnya, kita sterilkan. Pengunjung kami minta keluar ruangan gym sejenak,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP