alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Curiga Direkam saat Mandi dan Ganti Baju, Model Cantik Lapor Polisi

26 Oktober 2020, 02: 11: 00 WIB | editor : Wijayanto

TAK TERIMA: JJ (kiri) dan kuasa hukumnya saat melapor ke Satreskrim Polrestabes Surabaya.

TAK TERIMA: JJ (kiri) dan kuasa hukumnya saat melapor ke Satreskrim Polrestabes Surabaya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Seorang model cantik berkulit putih asal Surabaya direkam saat menjalani pemotretan di sebuah studio foto. Gadis berinisial JJ, 25, direkam saat ganti baju.

Sang model menemukan bolpoin dan sebuah kacamata yang mencurigakan saat ia hendak ke kamar mandi studio foto. Kuasa hukum korban, A. Rahman, mengatakan, kliennya tidak terima karena menemukan bolpoin dan kacamata yang diduga spycam. Benda tersebut diletakkan di kamar ganti baju saat sesi pemotretan.

"Benda itu juga berpindah saat korban ke kamar mandi. Diduga, sengaja diletakkan karena berpindah-pindah tempat," kata Rahman saat mendampingi korban melapor di Polrestabes Surabaya, Jumat (23/10) lalu.

CANGGIH: Barang bukti bolpoin dan kacamata yang dipakai untuk merekam model JJ.

CANGGIH: Barang bukti bolpoin dan kacamata yang dipakai untuk merekam model JJ. (ISTIMEWA)

Model JJ meneken kontrak pemotretan untuk produk sepatu. Ia menjalani pemotretan pada Kamis (22/10) lalu. Pemotretan dilangsungkan pada pukul 09.00 hingga pukul 16.00. Saat itu JJ belum curiga. Nah, saat istirahat makan siang, ia mulai curiga karena letak kaca mata dan bolpoin itu berpindah-pindah. "Klien saya memegang bolpoin dan terasa panas. Bahkan, terlihat ada lampu menyala kecil merah dan biru," ungkapnya. 

JJ kian curiga aktivitasnya di kamar mandi dan kamar ganti direkam oknum yang ngeres. Dia lalu meminta pemilik studio dan pengusaha yang mengontraknya untuk membuka bolpoin tersebut, tapi ditolak. JJ tentu saja semakin curiga. Karena itu, dia melapor ke Polrestabes Surabaya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra yang menangani kasus ini mengatakan, JJ dan kuasa hukumnya mendatangi untuk melaporkan dugaan pornografi yang dialami JJ. Namun, belum bisa memasukkan laporan secara resmi. "Sifatnya masih aduan karena bukti yang diberikan masih kurang. Kami minta untuk melengkapi bukti dulu," kata Agung. (gun/rek) 

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP