alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Dorong Efisiensi dan Produktifitas Kerja Lewat Platform Digital

24 Oktober 2020, 11: 35: 14 WIB | editor : Wijayanto

Dorong Efisiensi dan Produktifitas Kerja Lewat Platform Digital

SURABAYA – Pandemi COVID-19 memberikan tantangan baru bagi pelaku usaha di Indonesia termasuk di Surabaya. Para pebisnis harus mampu melakukan transformasi digital. Hal ini karena adanya kebijakan pembatasan interaksi fisik dan penerapan bekerja dari rumah. 

Menurut Suryanto Lee, senior professional service consultant Lark, berdasarkan survei Asosiai Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Maret 2019, sekitar 64,8% dari total penduduk Indonesia sudah melek Internet. Jatim merupakan pengguna internet terbesar kedua yakni 13,5 persen

“Sekarang era digital. Produktifitas dan efisiensi kerja perlu didukung dengan proses komunikasi dan kolaborasi yang baik. Perusahaan perlu mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sehingga tetap produktif kapanpun dan dimanapun,” kata Suryanto kemarin saat webinar. 

Dia mengaku, Lark merupakan patform kolaborasi dengan berbagai fitur yang terintegrasi. Sehingga berbagai tugas bisa dilakukan bersama dan terintegrasi. Platform Lark diciptakan untuk membantu perusahaan agar tetap produktif. 

Lark menyediakan berbagai fitur seperti Messenger, Video Conference, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, Mail yang terintegrasi, serta fitur real-time translation dalam beberapa bahasa seperti, Bahasa Indonesia, Cina, Korea, Jepang, Prancis, Portugis Brasil, Jerman, Hindi, Italia, Rusia, Spanyol, Thailand, dan Vietnam. 

“Lark tersedia dalam versi website yang dapat diakses di Windows dan MAC, serta versi aplikasi untuk Android dan IOS dalam 11 bahasa tampilan, termasuk Bahasa Indonesia. Fitur Lark juga terintegrasi sehingga segala pekerjaan dapat dilakukan dalam satu platform,” tandas Suryanto Lee.

Menurut Dr. Firman Kurniawan S., seorang akademisi, pemerhati budaya dan komunikasi digital, penerapan teknologi tidak lagi menjadi masalah dan perusahaan justru harus segera menentukan jenis platform yang paling tepat untuk terciptanya peningkatan kualitas dan efektifitas komunikasi dan kolaborasi.

“Transformasi digital pasti terjadi. Penerapan teknologi yang tepat akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk dapat bergerak lebih cepat dan produktif,” kata Firman.

Ditambahkan, penerapan teknologi digital merupakan hal yang penting dalam era industri 4.0. Dengan teknologi digital, Indonesia memiliki potensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan yakni USD 150 miliar pada tahun 2025. 

Namun secara produktivitas, Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Berdasarkan Human Capital Index (HCI) yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, saat ini Indonesia menempati urutan ke-87, tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura.

“Menurut The East Ventures Digital Competitiveness Index (EVDCI), daya saing digital Indonesia hanya 27,9 dari skala 1-100. Artinya penerapan teknologi digital di Indonesia masih rendah, dan dibutuhkan edukasi yang lebih mendalam kepada para pelaku usaha,” tambah  Firman Kurniawan. (fix/jay)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP