alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gubernur Ingatkan Tetap Jaga Prokes saat Libur Panjang

23 Oktober 2020, 16: 50: 08 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Indar Parawansa (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Terutama saat libur panjang, pekan depan. Imbauan ini disampaikan agar Covid-19 di Jatim segera selesai.

"Sebentar lagi mau libur panjang. Kami minta semua menjaga. Tepat wisata, transportasi publik, hotel, dan semuanya. Agar yang sudah baik ini bisa dilakukan pengawalan lebih baik lagi," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (23/10).

Pesan untuk menjaga protokol kesehatan ini juga disampaikan Khofifah untuk tahapan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Dia berharap semua pihak tetap disiplin menjaga protokol kesehatan, sehingga tidak ada klaster baru Covid-19. "Jangan sampai ada klaster pilkada," katanya.

Khofifah mengatakan, saat ini 50 persen wilayah di Jatim atau 19 daerah sudah berstatus zona kuning. Hal itu mengindikasikan Covid-19 berangsur turun. Karenanya ia berharap kondisi ini tetap dijaga. "Keberhasilan tersebut merupakan buah dari penanganan optimal Covid-19 oleh semua pihak. Strategi testing, tracing dan treatmen (3T) bisa dijalankan dengan baik, sehingga angka Covid-19 terus menurun," jelasnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, faktor keberhasilan lainnya adalah karena operasi yustisi yang masif untuk menegakkan protokol kesehatan. Menurutnya, ini harus tetap dijaga dan masyarakat diimbau untuk tidak melanggar protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

Diketahui, hingga sejauh ini penyebaran Covid-19 di Jatim mencapai 49.801 kasus. Dari jumlah tersebut, 2.524  di antaranya kasus aktif atau 5.07 persen. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 3.606 orang atau 7.24 persen. Sementara angka kesembuhan mencapai 87.69 persen.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lengah mengingat masa liburan panjang yang sebentar lagi akan tiba. Ia berharap cuti bersama kali ini jangan sampai menjadi kasus baru. "Sebelumnya pada periode akhir Juli hingga September, tercatat angka kematian dokter yang tertinggi selama 7 bulan terakhir. Periode tersebut bertepatan dengan libur Idul Adha," katanya.

Ia tidak melarang masyarakat untuk memanfaatkan libur yang dimulai 28 Oktober nanti. Ia menyarankan masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan agar tercapainya liburan aman dan nyaman. "Kita hanya dituntut menjalankan protokol kesehatan selama liburan. Menggunakan masker, menjaga jarak-menghindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan," pungkasnya. (mus/opi)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP