alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Dirjen Hubdar Potong Truk ODOL yang Melanggar

23 Oktober 2020, 16: 46: 52 WIB | editor : Wijayanto

TAAT ATURAN: Budi Setyadi melakukan normalisasi pada angkutan barang yang melebihi kapasitas dan dimensi di sebuah bengkel di kawasan Sememi, Kamis (22/10).

TAAT ATURAN: Budi Setyadi melakukan normalisasi pada angkutan barang yang melebihi kapasitas dan dimensi di sebuah bengkel di kawasan Sememi, Kamis (22/10). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      


SURABAYA - Dirjen Perhubungan Darat tetap tegas melakukan normalisasi truk obesitas atau over dimensi dan over loading (ODOL), karena bisa merusak jalan dan mengganggu pengguna jalan lain.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi yang langsung melakukan normalisasi atau pemotongan pada kendaraan truk yang kondisinya dipanjangkan pada Kamis (22/10) di salah satu pool truk di kawasan Sememi, Surabaya Barat.

Menurut Budi normalisasi kendaraan berat tersebut akan dilakukan hingga 2023 mendatang. Langkah tegas tersebut untuk menertibkan kondisi truk yang tidak sesuai kapasitas. Saat ini banyak pengusaha yang mengakali agar barang bisa terangkut semua sehingga melebihi kapasitas dengan menambah panjang, lebar hingga tinggi truk.

"Dampaknya jadi overloading oleh karena itu saat di jembatan timbang kami akan menurunkan barang tersebut sehingga kapasitas tidak melebihi kapasitas truk. Kalau sudah seperti itu pengusaha perlu biaya lagi untuk mengangkut barang yang diturunkan itu," katanya.

Oleh karena itu pihaknya mengajak para pengusaha untuk melakukan normalisasi dengan memotong bak truk yang direkayasa secara berlebihan. "Itu kalau uji kir pasti gak lolos," jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah bergerak dari hulu untuk melakukan pemotongan atau normalisasi truk ODOL. Budi juga menegaskan akan mengusulkan sanksi yang lebih berat lagi apabila truk masih diperpanjang hingga ditinggikan.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan pihaknya akan menertibkan kendaraan bermuatan berat yang tidak sesuai dengan kapasitas. Termasuk juga akan memberikan sertifikasi uji kir. "Petugasnya diberikan sertifikasi, alatnya juga dikalibrasi dan disertifikasi juga,"katanya.

Pihaknya juga memberikan pedoman tentang faktor keselamatan dan ketertiban. "Supaya jalan tetap terawat dengan baik dan bisa digunakan oleh semua pengendara,"jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha truk, Joni Akbar mengatakan pihaknya tengah mengupayakan untuk memperbaiki sistem kapasaitas armadanya agar tidak ODOL. "Kami akan selalu bersinergi dengan pihak terkait dengan normalisasi ini,"katanya. (rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP