alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Ada Laboratorium di Mal, Khofifah Minta Warga Tak Perlu Takut Diswab

22 Oktober 2020, 07: 05: 50 WIB | editor : Wijayanto

LABORATORIUM SWAB: Dua petugas kesehatan berada di laboratorium untuk tes usap Covid-19, di Maspion Square yang diresmikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

LABORATORIUM SWAB: Dua petugas kesehatan berada di laboratorium untuk tes usap Covid-19, di Maspion Square yang diresmikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemprov Jatim terus  melakukan screening dan tracing masif. Hasilnya, angka penularan Covid-19 terus menurun. Kasus aktif Covid-19 di Jatim hingga Senin (19/10) lalu tinggal 5,22 persen.

Satgas Covid-19 Jatim mengungkapkan, penggunaan rapid test baik antibodi maupun antigen untuk kegiatan screening dan tracing telah tembus 1.010.590 tes. Dengan populasi Jatim sekitar 40 juta, maka 1 dari 40 penduduk Jatim telah dilakukan tes cepat Covid-19.

Sementara  swab test  tercatat  436.474 jumlah individu yang diperiksa PCR di Jatim. Artinya, 1 dari 92  warga Jatim telah dites Covid-19 dengan swab dan PCR.

Saat ini, Jatim telah memiliki 76 lab baik secara khusus  maupun RS yang mampu melakukan pemeriksaan PCR dan 28 tempat yang mampu melakukan TCM.

Untuk terus mendukung percepatan screening dan tracing Covid-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi layanan tes rapid dan PCR di Jalan A. Yani Surabaya.  Menurut dia, fasilitas ini untuk pengendalian Covid-19 di tempat belanja. Sekaligus mengurangi kehawatiran sebagian masyarakat yang takut melakukan rapid test dan swab test.

Biaya rapid tes Rp 90 ribu atau di bawah HET Kemenkes sebesar Rp 150 ribu. Sedangkan biaya tes swab PCR Rp 900 ribu. Hasilnya dapat diperoleh sekitar lima jam, dan paling lama  24 jam. Sementara rapid test bisa 15 menit diketahui hasilnya.

“Ini adalah sinergitas antara layanan testing Covid-19 dengan pergerakan ekonomi. Sinergi ini tentu berseiring dengan keinginan memberikan layanan kesehatan yang baik bagi masyarakat Jatim seiring dengan pergerakan ekonomi yang harus terus didorong,” kata Khofifah.

Menurut dia, suasana mal yang santai bisa dimanfaatkan masyarakat Jawa Timur untuk mengecek kondisi tubuhnya dari paparan virus korona. Kecepatan mengetahui hasil tes juga sangat penting. Agar bisa deteksi dini, tracing, testing, dan isolasi secara cepat sehingga penularan dapat dicegah. 

"Makin cepat tracing, makin cepat testing, makin cepat treatment, maka makin cepat sembuh. Kalau masyarakatnya sehat, ekonomi Jatim bisa tumbuh makin sehat," pungkasnya.  (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP