alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Habisi Tetangga dengan Celurit, Tersangka: Saya Puas Bunuh Dia

17 Oktober 2020, 17: 14: 17 WIB | editor : Wijayanto

RILIS: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum (tengah) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan terhadap Achmad Suhandi, warga Jalan Wonosari Wetan II Surabaya.

RILIS: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum (tengah) menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan terhadap Achmad Suhandi, warga Jalan Wonosari Wetan II Surabaya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Gerak cepat dilakukan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Setelah mendapat laporan penganiayaan yang mengakibatkan Achmad Suhandi, 51, warga Jalan Wonosari Wetan II-E, Semampir, Surabaya meninggal dunia, polisi mengejar pelakunya. Tersangka yang juga tetangga korban bernama, Mat Nadim, 55, berhasil ditangkap di rumah orang tuanya di Sampang, Madura, 10 jam setelah kejadian, Jumat (16/10). 

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum mengatakan, setelah membacok korban menggunakan celurit, tersangka melarikan diri ke Sampang, Madura. Anggota langsung melakukan pengejaran dan akhirnya menangkap tersangka di rumahnya. Tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti senjata tajam (sajam) yang dipakainya menghabisi nyawa korban. "Kami tangkap Jumat (16/10) pukul 21.30," terang Ganis, Sabtu (17/10). 

DITANGKAP: Tersangka Mat Nadim saat diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak beserta barang bukti celurit yang dipakainya menghabisi nyawa Achmad Suhandi, Sabtu (17/10).

DITANGKAP: Tersangka Mat Nadim saat diamankan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak beserta barang bukti celurit yang dipakainya menghabisi nyawa Achmad Suhandi, Sabtu (17/10). (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Ganis mengatakan, tersangka menganiaya korban menggunakan celurit karena sakit hati dan cemburu. Alasannya, ia sering mengetahui korban menggoda istrinya. Sehingga, tersangka membeli celurit seminggu lalu untuk menghabisi korban. "Tersangka cemburu karena korban sering menggoda istrinya. Ini yang membuatnya merencanakan pembunuhan tersebut," ucap mantan kasubdit Sumdaling Polda Metro Jaya itu. 

Sementara itu, tersangka Nadim tampak santai saat dikeler ke hadapan para juru warta. Ia tidak menunjukkan gelagat menyesal karena telah membunuh tetangganya itu. Bahkan ketika ditanya, ada pengakuan yang mengejutkan dari tersangka. Ia mengaku puas bisa membunuh korban. "Saya puas, saya tidak menyesal membunuhnya. Dia mengganggu istri saya. Sejak 2019 lalu, saya sudah dendam. Kemudian saya beli celurit itu," tuturnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP