alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polres Perak Gagalkan Penyelundupan 131 Burung Langka

17 Oktober 2020, 16: 41: 54 WIB | editor : Wijayanto

DILINDUNGI: Petugas menunjukkan barang bukti burung langka yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

DILINDUNGI: Petugas menunjukkan barang bukti burung langka yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penyelundupan ratusan ekor burung tanpa dokumen digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Berbagai jenis burung langka tersebut disita dari TH, 42, warga Kalimas Timur, Surabaya. Polisi menyita tiga burung kakaktua, satu ekor bayan hijau, paralon warna putih, dan buku rekening.

Penyelundupan satwa langka itu menggunakan KM Dharma Kencana. Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya menggeledah kapal saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Sebanyak 131 burung diselundupkan menggunakan kardus dan berbagai barang agar tidak diketahui petugas.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyoningrum mengatakan, burung-burung tersebut akan diterima tersangka TH. Kemudian dijual kembali ke pemesan di Solo, Tasikmalaya, Bandung, serta wilayah lain di Jawa Timur. "Tersangka mengirim melalui ekspedisi. Dimasukkan ke paralon sehingga tidak diketahui pihak ekspedisi. Diduga, burung itu diambil dari alam liar," ungkapnya.

Sejumlah burung termasuk dalam kategori dilindungi. Beberapa burung yang disita ini bahkan bisa mencapai harga Rp 30 juta di pasar internasional.

Oleh tersangka dijual Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Harga termahal adalah burung tuwu dewasa sekitar Rp 2 juta per ekornya. "Kami serahkan semua burung sitaan ke Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya dan BKSDA Jatim," ujar Ganis. 

Kepolisian bersama BBKP dan BKSDA masih mengembangkan kasus ini. Sebab, ada kemungkinan burung ini akan dijual ke pasar internasional. (gun/rek) 

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP