alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Cemburu, Tetangga Dibacok hingga Tewas

17 Oktober 2020, 16: 38: 23 WIB | editor : Wijayanto

TKP: Keluarga korban meratapi tewasnya Achmad Suhandi yang bersimbah darah (foto kiri) dan teras rumah korban lokasi pembunuhan di Jalan Wonosari Wetan II-E Surabaya.

TKP: Keluarga korban meratapi tewasnya Achmad Suhandi yang bersimbah darah (foto kiri) dan teras rumah korban lokasi pembunuhan di Jalan Wonosari Wetan II-E Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Gara-gara cemburu buta, Achmad Suhandi, 51, warga Jalan Wonosari Wetan II-E, Surabaya, dibacok tetangganya sendiri, Jumat (16/10) pagi. Korban terkapar bersimbah darah karena dibacok celurit MN. Korban meninggal dunia di depan rumahnya.

Salah satu saksi mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Ia melihat korban hendak naik motornya. Tiba-tiba dari arah belakang MN datang membawa celurit. Ia kemudian membacokkan senjata tajam (sajam) tersebut ke tubuh korban. Sabetan awal mengenai tangan kanan korban. Kemudian korban lari. "Sabetan kedua dan ketiga mengenai dada dan wajah bagian kanan korban," ujar saksi tersebut.

Setelah penganiayaan tersebut, pelaku melarikan diri. Warga yang tahu lalu memberitahu Command Center dan Polsek Semampir. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk diotopsi. "Memang dari dulu sering cekcok dan berkelahi. Katanya cemburu istrinya direbut," ujar saksi.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak  AKBP Ganis Setyoningrum mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku pembacokan. Saat ini masih dalam penyelidikan  dan pendalaman terkait motif penganiayaan berujung hilangnya nyawa korban. "Kami masih kejar pelaku," ujarnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Gananta mengatakan, korban mengalami luka sabet di perut kanannya. Mengenai motif, dugaan sementara lantaran persoalan asmara. "Kami masih minta keterangan saksi dan mengejar pelakunya," ujar Gananta.  (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP