alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Sumpek Punya Suami Hobi Kredit Kendaraan

17 Oktober 2020, 01: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK KHARISMA)

Share this      

Gaji pas-pasan, tapi hobinya hamburkan uang. Gaya hidup Donwori, 40, yang boros itu membuat Karin, 35, sebagai istri jengkel. Bukan malah nabung, malah hobi gonta-ganti sepeda motor. 

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Demi gengsi. Itulah alasan Donwori membeli kendaraan baru setiap tahunnya. Padahal mobil atau motor yang lama masih bisa dipakai dan sanggup berjalan. Akan tetapi, gaji dan lingkungan pertemanannya tidak sinkron untuk menuruti keinginan bapak dua anak ini. 

Karin pun kerap ngomel ketika Donwori ancang-ancang akan kredit buat ganti mobil atau motor. Hal ini membuat hubungan rumah tangga mereka tak harmonis dan sering terjadi perselisihan di antara mereka.

“Sudah diingatkan berkali-kali nggak usah nuruti nafsu beli kendaraan baru. Tapi setiap diingatkan selalu nggak diterima. Malah nuduh saya mengekang,” ujar Karin ditemui di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya belum lama ini. 

Karena sering terjadi perselihan pendapat, ketika butuh uang untuk biaya rumah tangga, pernah sampai kehabisan gara-gara harus membayar  tagihan kredit kendaraan. Karin sempat kaget ketika didatangi pihak leasing kendaraan di rumahnya. 

Tunggakkan cicilan kendaraan suaminya itu sampai tiga bulan. Menurut pengakuan pihak leasing, ketika ditagih, Donwori selalu ngeles dan mengucapkan beribu alasan untuk menghindarinya. 

Karin pun marah. Ia minta pihak leasing datang ke tempat kerja Donwori saja. Biar bisa diselesaikan lebih cepat dan nggak bikin Karin repot. Ketika didatangi di kantornya, Donwori malah marah-marah dan mengusir debt collector tersebut.

“Saya sudah sabar dan ingatkan agar tidak lagi kredit kendaraan. Bilangnya ada uang, tapi kok cicilan nunggak sampai berbulan-bulan. Dia (Donwori, Red) terlalu menggampangkan,” ucap Karin. 

Di bulan berikutnya, Donwori sempat dikirimi surat tagihan agar segera melunasi hutangnya itu. Bila tidak, kendaraan yang dikreditnya bakal ditarik secara paksa. Mengetahui hal tersebut, Donwori meminta Karin untuk mencarikan uang pinjaman. Namun perempuan tersebut tak mau.  “Saya nggak pengin terlilit hutang. Kalau gini caranya saya bisa stres lama-lama,” kata dia. 

Karena Donwori yang tak kunjung bertobat untuk kredit kendaraan, Karin memutuskan menggugat Donwori. Ia tak ingin tersangkut masalah hukum dan terjerat hutang. “Nggak apa saya, mending cerai saja. Daripada saya kena batunya,” tandasnya. (*/opi) 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP