alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pingin Bikin Kopi Ala Coffe Shop, Ini Tipsnya

16 Oktober 2020, 14: 36: 13 WIB | editor : Wijayanto

RAMUAN BARISTA: Whisnu Prabowo, barista di salah satu cafe di CWS menunjukkan cara mengolah kopi rumahan ala Coffe Shop.

RAMUAN BARISTA: Whisnu Prabowo, barista di salah satu cafe di CWS menunjukkan cara mengolah kopi rumahan ala Coffe Shop. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Minuman kopi sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Bahkan saat ini ada banyak cara untuk menikmati serbuk hitam mengandung senyawa kimia cafein tersebut.

Untuk bisa menikmati secangkir kopi ala Coffe Shop kini dapat dilakukan di rumah saja. Tentunya ada serangkaian tahapan yang perlu dicermati agar rasanya sama-sama nikmat. 

Store Manager Starbucks Ciputra World Surabaya (CWS), Wishnu Prabowo menjelaskan, ada empat hal yang perlu diperhatikan jika ingin membuat kopi ala Coffe Shop di rumah. Pertama adalah penggunaan air. Pastikan air yang digunakan untuk menyeduh kopi tidak memiliki rasa, warna dan bau. Karena hal tersebut dapat memengaruhi rasa pada kopi. “Yang penting lainnya yaitu suhu air yang digunakan harus berkisar 90-96 derajat celcius,” ujar Wishnu.

Sedangkan kedua, proporsi antara air dan kopi harus pada angka 1:18. Maksudnya, tiap 10 gram kopi harus diseduh dengan air panas sebanyak 180 mililiter. Menurut Wishnu, komposisi ini sangat penting diperhatikan karena hal ini kerap membuat cita rasa kopi buatan sendiri dan coffee shop berbeda.

“Selain itu, untuk metode brewing (penyeduhan, red) pun beragam. Kali ini saya mencontohkan dengan menggunakan coffee press dan V60,” jelasnya. Untuk metode coffee press, Wishnu menggunakan 30 gram kopi dengan air panas 540 mililiter.

Sementara untuk metode V60, perbandingan yang digunakan antara kopi dan air adalah 1:15 dimana untuk 15 gram kopi harus diseduh dengan 225 mililiter air panas. “Perbandingan yang saya gunakan ini tidak hanya untuk sajian panas, namun untuk sajian dingin dengan menggunakan es juga harus dengan angka tersebut,” tuturnya.

Saat melakukan penuangan air panas ini, Wishnu mengatakan harus dilakukan dengan cara memutar. Hal ini bertujuan agar kopi yang terkena air bisa merata dan tidak hanya di satu titik saja.

Ketiga, yang harus diperhatikan adalah karakter bubuk kopi. Ini pun bergantung pada alat yang digunakan untuk brewing. Untuk coffee press, biasanya karakter bubuk kopi yang digunakan masih memiliki tekstur kasar atau medium. “Kalau bubuk yang halus, bisa di-brew menggunakan metode V60 yang memiliki filter,” ungkapnya.

Proses terakhir adalah freshness. Menurut Wishnu, kopi yang baik adalah yang segera dikonsumsi. “Paling lama 20 menit setelah brewing. Tapi kalau untuk kopi kemasan, lebih baik diminum sebelum 24 jam,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP