alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Atasi Kekeringan, BPBD Jatim Gandeng ITS Surabaya Cari Sumber Air

Pakai Teknologi Geolistrik

16 Oktober 2020, 14: 32: 04 WIB | editor : Wijayanto

CARI SUMBER AIR: Tim BPBD Jatim dan dari ITS Surabaya saat melakukan penelitian geolistrik di Desa Kramat Kabupaten Lamongan.

CARI SUMBER AIR: Tim BPBD Jatim dan dari ITS Surabaya saat melakukan penelitian geolistrik di Desa Kramat Kabupaten Lamongan. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi kekeringan yang menjadi bencana rutin tahunan. Caranya dengan menggandeng Laboratorium Fisika Bumi Instititut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan penelitian dengan teknologi geolistrik guna mencari titik sumber air tana

Sejak awal Oktober lalu, Tim BPBD dan ITS telah turun ke lokasi untuk melakukan survei di 100 titik pengukuran yang tersebar di 10 daerah yang meliputi Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Ngawi, Pacitan, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Bahkan sampai dengan Selasa (13/10) lalu, penelitian geolistrik sudah berlangsung di tiga daerah, yakni Lamongan (Desa Kramat dan Desa Banjarejo), Tuban (Desa Tanggulangin dan Pacing) dan Bojonegoro (Desa Nganti dan Luwihaji).

"Upaya pencarian titik sumber air tanah ini dilakukan sebagai bahan rujukan bagi pemerintah, baik provinsi, kabupaten maupun desa, yang mencari sumber air untuk mengatasi kekeringan di daerah. Langkah ini menjadi upaya kesiapsiagaan terhadap bencana kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun di daerah rawan kekeringan. Tidak cukup hanya memberikan bantuan air bersih,” ujar Plt Kalaksa BPBD Jatim, Yanuar Rachmadi, Kamis (15/10).

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Gatot Soebroto menambahkan, dari penelitian geolistrik yang telah dilakukan, tepatnya di Desa Kramat Kabupaten Lamongan, hasilnya langsung bisa dimanfaatkan pemerintah desa setempat. "Ini artinya penelitian geolistrik yang kita lakukan ini langsung bisa memberi manfaat bagi pemerintah dan masyarakat setempat,” ujar Gatot.

Selama ini, wilayah Desa Kramat yang terdiri dari tiga dusun ini memang kerap mengalami kekurangan air tawar saat memasuki musim kemarau. Dari tiga dusun yang ada, sumber air tawar hanya ada di separo Dusun Ngablak. Sedang sisanya di Dusun Cekel dan Dusun Kramat, semua sumurnya mengeluarkan air asin. Sumur ini sengaja dibuat di halaman balai desa agar tidak ada polemik soal kepemilikan lahan.

Rencananya, penelitian geolistrik yang dilakukan Tim BPBD Jatim bersama Laboratorium ITS akan berlanjut di tujuh daerah lain. “Diperkirakan pada pertengahan November nanti penelitian di semua daerah sudah selesai,” pungkas Gatot. (mus/jay)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP