alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Asesmen Sudah Turun, THP Kenjeran Segera Dibuka

Tunggu Keputusan Wali Kota

16 Oktober 2020, 14: 02: 03 WIB | editor : Wijayanto

DAMPAK CORONA: Jembatan utama di THP Kenjeran terlihat lengang.

DAMPAK CORONA: Jembatan utama di THP Kenjeran terlihat lengang. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sudah tujuh bulan lamanya Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran ditutup gara-gara pandemi Covid-19. Satgas Penangananan Covid-19 Surabaya sudah melakukan asesmen agar destinasi wisata keluarga itu bisa segera dibuka kembali.

Sxetiap hari puluhan orang datang ke Pantai Kenjeran untuk berwisata. Saat akhir pekan bisa mencapai ratusan pengunjung. Namun, warga kecele karena Pantai Kenjeran belum juga dibuka. Para wisatawan lokal itu pun terpaksa balik kucing.

Kepala UPTD THP Kenjeran, Wisata Air Kalimas, dan Wisata Religi Ampel Saidatul Mahruna mengatakan, Satgas Covid-19 sudah melakukan asesmen terkait kesiapan Pantai Kenjeran memasuki normalitas baru. Namun, masih menunggu arahan dan keputusan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. "Nilai asesmen sudah turun kemarin. Kategorinya masih bisa untuk dibuka. Tapi menunggu keputusan Bu Wali Kota," kata Saidatul.

MASIH TUTUP: Sejumlah petugas melakukan pembersihan di seluruh area di THP Kenjeran Surabaya.

MASIH TUTUP: Sejumlah petugas melakukan pembersihan di seluruh area di THP Kenjeran Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Sejak ditutup hingga saat ini pihaknya menggunakan kesempatan untuk memperbaiki sarana prasarana dan membersihakan THP Kenjeran setiap harinya. Termasuk sarana dan prasarana yang diminta oleh tim Satgas Covid-19. Misalnya, adanya jalur yang searah baik untuk masuk maupun keluar, wastafel yang jumlahnya ada 17 tersebar di setiap titik, bilik sterilisasi, imbauan yang harus terpasang di sudut tempat wisata pantai tersebut. "Tim satgas memberikan penilaian dan rekomendasi pembentukan satgas Covid-19 di THP Kenjeran," imbuhnya.

Saat buka nanti pihaknya juga sudah mempersiapkan dua sif operasional buka. Dari pukul 07.00 hingga 11.00, kemudian saat jeda untuk penyemprotan disinfektan, dilanjutkan buka kembali pada pukul 13.00 hingga pukul 16.00. Saat buka nanti pun ada pembatasan jumlah pengunjung.

"Assesment kemarin yang dinilai itu pembatasan jumlah pengunjung. Pengurangan bukan 50 persen, tapi disesuaikan dengan luas wilayah wisata Kenjeran. Kemudian pintu masuk dan keluar harus dipisah. Tidak boleh ada tampilan atau show musik karena menimbulkan kerumunan," jelas Saidatul.

Saida mengungkapkan, kekurangan THP Kenjeran adalah kurangnya papan imbauan yang disebar di titik wisata. "Kurang imbauan saja. Sekarang tinggal cetak saja kok," katanya.

Pengunjung nanti tidak diperkenankan leyeh-leyeh di pendapa THP Kenjeran. Wahana mainan seperti plusutan atau ayunan tidak boleh digunakan. "Pengunjung juga wajib mengisi buku tamu dan wajib diukur suhunya oleh petugas. Petugas pakai face shield, kaos tangan," tegasnya.

Selain itu, pedagang yang biasanya berjualan dengan dalam THP Kenjeran juga diwajibkan untuk tes swab. Total ada 240 pedagang yang ada di THP Kenjeran. Pihaknya juga tengah mengupayakan untuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk melakukan swab terlebih dahulu. "Kami harap semua pedagang bisa bekerja sama agar THP Kenjeran segera buka," katanya.

Menurut Saida, anggaran untuk perbaikan THP Kenjeran sangat minim gara-gara alokasi dana dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Surabaya. "Untuk perbaikan ya menggunakan dana sendiri karena anggarannya digunakan untuk Covid-19. Kami cuma dapat anggaran untuk pembayaran listrik dan air saja," pungkasnya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP