alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Nyabu Biar Kuat Melek dan Main Game, Bapak Satu Anak Dibekuk

16 Oktober 2020, 06: 21: 19 WIB | editor : Wijayanto

BUDAK SABU: Kedua tersangka, Ahmad Hadi dan Arifin dirilis di Mapolsek Lakarsantri, kemarin.

BUDAK SABU: Kedua tersangka, Ahmad Hadi dan Arifin dirilis di Mapolsek Lakarsantri, kemarin. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ahmad Hadi, 45, dan Arifin, 32, pasrah mendekam di rumah tahanan Mapolsek Lakarsantri. Dua pria yang tinggal di Jalan Wonokusumo Lor, Semampir, Surabaya ini ditangkap karena terbukti baru saja membeli sabu-sabu (SS) yang hendak digunakan pesta.

Uniknya, salah satu tersangka, Ahmad Hadi, mengaku nekat mengonsumsi barang haram tersebut untuk doping supaya kuat nongkrong jaga di warung kopi (warkop) hingga malam hari. "Biar kuat saja pak, main game mobile legends dan wifi-an di giras," kata Hadi kepada wartawan.

Bapak satu anak ini mengaku, sehari-hari banyak nongkrong di warkop tak jauh dari rumahnya sambil minum kopi dan wifian hingga larut malam. Warkop tersebut dijaga oleh tersangka Arifin. Sementara Arifin mengaku kepada polisi memakai SS baru satu kali. "Saya kerjanya jaga warkop. Pakai (sabu) biar kuat melek," ucapnya sambil menunduk. 

Kapolsek Lakarsantri AKP Hendrix Kusuma Wardhana menyatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat bila di Jalan Arimbi, Semampir, sering terjadi transaksi narkotika. 

Setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar. Ada dua orang gerak-geriknya mencurigakan saat mengendarai motor berboncengan. Keduanya lalu dibuntuti dan dihentikan paksa anggota polisi berpakaian preman di traffic light (TL) Pegirian sekitar pukul 22.30.

"Saat digeledah ditemukan satu bungkus plastik berisi sabu 0, 41 gram yang disimpan di saku celana sebelah kanan tersangka AH," ungkapnya didampingi Kanit Reskrim, Iptu Suwono.

Terbukti membawa SS, lanjut Hendrix, kedua tersangka tak mampu berkilah. Mereka mengaku baru saja bertransaksi SS dengan pengedar yang tidak dikenal di Jalan Arimbi. "Mereka pemakai. Belinya Rp 300 ribu patungan berdua," imbuhnya.

Sesuai rencana, masih kata Hendrix, barang haram tersebut hendak dikonsumsi berdua di rumah tersangka. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 114 Jo 112 Jo 132 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP