alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Laka di Perlintasan Meningkat, KAI Gelar Sosialisasi

15 Oktober 2020, 12: 26: 31 WIB | editor : Wijayanto

DAHULUKAN KERETA API: Petugas gabungan menyampaikan kampanye keselamatan lalu lintas di perlintasan kereta Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (14/10).

DAHULUKAN KERETA API: Petugas gabungan menyampaikan kampanye keselamatan lalu lintas di perlintasan kereta Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (14/10). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meningkatnya angka kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api membuat PT KAI Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya prihatin. Karena itu, BUMN ini menggelar sosialisasi kepada masyarakat agar menaati peraturan. Seperti yang dilakukan di perlintasan sebidang KA di Jalan Ahmad Yani, Rabu (14/10).

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan guna menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir, angka kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Daop 8 Surabaya meningkat.

Dari data di PT KAI Daop 8 Surabaya pada tahun 2016 terjadi 30 kasus laka. Kemudian di tahun 2017 jumlahnya naik menjadi 47 kasus, tahun 2018 terjadi 51 kasus, dan tahun 2019 naik tipis jadi 53 kasus. Sedangkan untuk tahun 2020 pada periode Januari sampai dengan September telah terjadi 22 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang.

Suprapto menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan peningkatan mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalur kereta api. "Hal tersebut menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan," katanya.

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti ketika sinyal kereta sudah berbunyi dan palang pintu mulai ditutup. Selain itu, juga ada isyarat lain seperti suara peringatan dari speaker atau tanda lain dari petugas KA.

Jika menjumpai hal ini, maka pengguna jalan wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas di rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

"Sosialisasi keselamatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah Daop 8 Surabaya dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang. Sehingga diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang dapat ditekan," ucapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, PT KAI Daop 8 bersinergi dengan Dinas Perhubungan Jatim dan Komunitas Pecinta KA. Sosialisasi dilakukan dengan menggunakan topi udeng khas Jatim sebagai simbol kearifan lokal. Kolaborasi antara stakeholder ini sangat diperlukan karena keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama.

Aksi sosialisasi ini dilakukan dengan membentangkan spanduk, bagi-bagi masker dan hand sanitizer, bunga, bendera merah putih, dan membagikan pamflet yang berisi peraturan serta tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang. Imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati.

Suprapto menambahkan bahwa keberadaan palang pintu, penjaga pintu dan alarm hanyalah berfungsi sebagai alat bantu keamanan semata. Di wilayah PT KAI Daop 8 terdapat 563 titik perlintasan yang terdiri dari 133 titik dijaga petugas KAI, 32 titik dijaga petugas dishub, 30 titik berupa fly over/under pass dan 368 titik tidak terjaga. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP