alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Jatim Siapkan Posko Siaga

15 Oktober 2020, 12: 17: 26 WIB | editor : Wijayanto

RENTAN LIKUEFAKSI: Tim BPBD Jatim bersama Badan Geologi meneliti potensi kebencanaan jelang musim hujan.

RENTAN LIKUEFAKSI: Tim BPBD Jatim bersama Badan Geologi meneliti potensi kebencanaan jelang musim hujan. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Musim hujan diprediksi November mendatang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim sudah menyiapkan posko siaga antisipasi bencana hidrometeorologi.

Berbeda dengan tahun lalu yang curah hujannya agak kurang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan potensi La Nina di Jatim. Akibatnya, curah hujan lebih tinggi dari biasanya.

“Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada BPBD kabupaten/kota. Selain itu, kami juga aktif melakukan komunikasi dengan BMKG dan Basarnas serta penyiapan peralatan hingga logistik,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nurseno.

ANTISIPASI: Pengendara motor melintas tak jauh dari perangkat Elektronic Weather Display (EWD) di kawasan Kedung Cowek, Surabaya.

ANTISIPASI: Pengendara motor melintas tak jauh dari perangkat Elektronic Weather Display (EWD) di kawasan Kedung Cowek, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Sejumlah peralatan dan logistik yang disiapkan, antara lain, alat search and rescue (SAR), bahan banjiran, peralatan banjir, logistik siap saji, sembako, hingga family kit. Selain itu, BPBD juga sudah mengeluarkan surat imbauan yang ditandatangani Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono terkait kesiapsiagaan dan kewaspadaan ke pemerintah kabupaten/kota pada 28 September lalu. "Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial,” kata Nurseno.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto menyampaikan bahwa BMKG pusat sedang melakukan pemantauan fenomena La Nina di Samudera Pasifik. La Nina diprediksi berdampak pada beberapa wilayah di Indonesia. “La Nina sendiri merupakan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan. Fenomena tersebut berkembang mulai Oktober 2020 hingga April 2021,” katanya.

Menurut Teguh, pada Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Sumatera. Selanjutnya, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Beberapa zona musim di Indonesia sudah mulai masuk musim hujan pada Oktober ini. Di antaranya, pesisir timur Aceh, sebagian Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Pulau Bangka, Lampung, Banten, sebagian Jawa Barat, sebagian Jawa tengah, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian Kalimantan Barat. Kemudian sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, sebagian kecil Sulawesi, Maluku Utara dan sebagian kecil Nusa Tenggara Barat.

“Peningkatan curah hujan seiring dengan awal musim hujan disertai peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.

Persiapan menghadapi musim hujan dan cuaca ekstrem juga dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran pemkot dalam menghadapi potensi datangnya cuaca ekstrem dalam hal ini kebencanaan. "Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini) menekankan kepada semua OPD untuk melakukan pengecekan sarana dan prasarana," kata Irvan.

Salah satu bentuk kesiapsiagaan adalah memastikan kondisi semua perahu karet beserta mesinnya dalam keadaan normal. Perahu-perahu karet dibagikan ke masing-masing kecamatan. "Ibu Wali Kota juga menginstruksikan untuk mengecek semua rumah pompa," ungkapnya.

Rencananya, pemkot akan menggelar rapat koordinasi bersama BMKG, pakar kebencanaan, akademisi, beserta jajaran TNI dan Polri. Rapat koordinasi itu penting dilakukan untuk merumuskan bersama apa saja yang harus disiapkan dalam menghadapi potensi datangnya cuaca ekstrem tersebut. Baik kesiapan dari sisi pemerintahan maupun masyarakatnya. "Yang terpenting, bagaimana caranya mitigasi kepada masyarakat," katanya. (*/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP