alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Begal Pembacok Ojol di Undaan Ternyata Residivis

15 Oktober 2020, 11: 55: 22 WIB | editor : Wijayanto

BABAK BELUR: Tersangka Achmad diamankan di Polsek Genteng lantaran membacok driver ojol.

BABAK BELUR: Tersangka Achmad diamankan di Polsek Genteng lantaran membacok driver ojol. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Begal sadis yang membacok driver ojek online (ojol) babak belu dihajar massa. Tersangka Achmad Arifin, 34, warga Camplong, Sampang, Madura, yang tinggal di Jalan Kebon Dalem, Bubutan, Surabaya, kini diamankan di Polsek Genteng untuk proses penyidikan.

 Tersangka Achmad mengaku sudah dua kali melakukan pembegalan pengendara motor. Namun, aksi keduanya gagal karena korban Dimas Raka, 24, warga Tenggumung Baru Selatan V, Surabaya, melawan. Driver ojol itu bahkan berani berduel dengan si begal kawakan itu.

Kapolsek Genteng AKP Hendri F Kennedy mengatakan, setelah dihajar massa, tersangka kemudian diamankan anggotanya yang patroli di lapangan. Pengakuannya, tersangka Achmad sudah dua kali melakukan pembegalan. Pertama kali beraksi sukses, sementara kali kedua gagal.

 Tersangka mengincar driver ojol yang mau mengantarnya tanpa aplikasi. "Agar tidak terlacak dan tersangka tidak dikenali saat berhasil melakukan aksinya," ujar Hendri.

Polisi masih mengembangkan lagi sepak terjang tersangka. Selama ini Achmad mengincar pengendara sepeda motor matik. Pihak kepolisian menyelidiki ke mana tersangka menjual sepeda motor curian. "Ia beraksi sendiri. Katanya, untuk mencukupi kebutuhannya sendiri," jelasnya.
 
Tersangka Achmad mengaku sudah merencanakan aksi pembegalan sebelumnya. Sesampainya di depan Jalan Klimbungan I, Surabaya, ia meminta korban berhenti. Kemudian memukul korban berkali-kali. Tersangka mengaku lupa berapa kali memukul. "Saya pukul berkali-kali, Pak. Lupa berapa kali," katanya.

Achmad memukul korban untuk merebut sepeda motor korban. Yang menarik, meski mendapat pukulan bertubi-tubi, Dimas tidak menyerahkan motornya.  Sehingga, tersangka mengeluarkan senjata tajam (sajam) berupa pisau penghabisan. Kemudian menyabetkan ke kepala bagian belakang korban.
Hingga akhirnya korban berteriak minta tolong sehingga tersangka terkepung massa. "Saya bingung banyak orang berdatangan," tuturnya.
 
Achmad mengakui sudah dua kali melakukan aksi begal motor. Ia juga residivis kasus pencurian sepeda motor. Tersangka Achmad pernah ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, kemudian diproses hukum hingga ke penjara. Namun, setelah bebas, ia melakukan pembegalan lagi.

 "Uangnya untuk makan. Saya incar sepeda motor matik seperti Honda Vario dan sejenisnya," kata Achmad. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP