alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Banjir, Pemkot Kebut Rumah Pompa di Menanggal

14 Oktober 2020, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI MUSIM PENGHUJAN: Pengendara melintas tak jauh dari pembangunan rumah pompa di kawasan Kertomenanggal, Surabaya.

ANTISIPASI MUSIM PENGHUJAN: Pengendara melintas tak jauh dari pembangunan rumah pompa di kawasan Kertomenanggal, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Awal musim hujan diprediksi jatuh pada bulan November mendatang. Curah hujan diperkirakan lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Karena itu, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai persiapan untuk meminimalisasi genangan air.

Sejumlah pompa air berkapasitas besar pun disiapkan untuk menyedot air agar tidak terjadi banjir.  Salah satunya di kawasan Kertomenanggal, perbatasan dengan kawasan Waru, Sidoarjo, dibangun rumah pompa. Ada dua pompa besar sudah terpasang.  Saat ini dilakukan pembangunan fasilitas pendukung rumah pompa seperti bangunan panel dan rumah bagi petugas jaga.

Koordinator Rayon PU Gunung Anyar Bagus Ardi menjelaskan,  sebelumnya dibangun rumah pompa pihaknya telah membangun tampungan air sedalam lima meter pada Oktober 2019. Saat ini prasarana pendukung telah dibangun. Sudah ada dua mesin pompa air  berkapasitas tiga meter per detik.

"Masing-masing pompa air punya kapsitas sendiri-sendiri dalam menyedot air. Satunya dua meter kubik dan satu meter kubik per detik," jelasnya, Selasa (13/10).

Menurut Bagus, bangunan rumah pompa berisi panel dan genset yang langsung tersambung ke pompa. Ini karena sumber tenaganya tidak menggunakan listrik PLN. "Gensetnya kapasitas 650 KVA. Satu genset  bisa menggerakkan dua pompa," katanya.

Bangunan rumah pompa ditarget rampung minggu depan. Pihaknya juga sedang memasang penahan sampah agar saat pompa beroperasi sampah bisa tersaring tanpa menyangkut di pompa.

Pada musim hujan tahun lalu, kawasan tersebut menggunakan pompa portabel yang jumlahnya tujuh unit. Kini dua pompa berkapasitas tinggi tersebut mampu menyedot air di beberapa titik seperti kawasan Kertomenanggal, Dukuh Menanggal sisi barat Graha Pangeran hingga ke Pagesangan. Namun, yang lebih diutamakan di kawasan Dukuh Menanggal karena kawasan tersebut rawan banjir saat musim hujan.

Pompa tersebut juga bisa menyedot atau menyambung di saluran tengah Jalan Ahmad Yani yang saat ini juga sedang dikerjakan. "Juga ke Menanggal Indah. Yang di depan bundaran Ahmad Yani itu yang nyambungnya nanti ke Kebon Agung," urainya.

Sebelumnya Pemkot Surabaya juga  membangun rumah pompa di Petekan. Rumah Pompa Petekan merupakan proyek besar penanganan banjir di Kota Surabaya. Sarana pencegah banjir itu digadang-gadang menggantikan peran 20 rumah pompa di Surabaya Pusat dan Surabaya Utara.

Selain itu, rumah pompa yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 40 miliar itu diharapkan menjadi pengendali utama aliran air di Sungai Kalimas. (rmt/rek)


(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP