alexametrics
Minggu, 25 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pasutri Bandar Sabu Bisa Dibui Seumur Hidup

11 Oktober 2020, 06: 18: 52 WIB | editor : Wijayanto

KOMPLOTAN: Terdakwa Nova, Rini, Maftuh, dan Andiono dihadirkan dalam sidang di PN Surabaya.

KOMPLOTAN: Terdakwa Nova, Rini, Maftuh, dan Andiono dihadirkan dalam sidang di PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pasangan suami-istri (pasutri) Muhammad Nova dan Rani Nur Ramadhianti alias Ratu jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Keduanya didakwa memiliki sabu 10 kilogram dan 60 butir pil ekstasi seberat 24,17 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki menghadirkan Adi Irawan, polisi yang menangkap kedua terdakwa di Bronggalan Sawah 5-A Nomor 15 Surabaya. Selain pasutri Nova-Rani, polisi juga mencokok Maftuh dan Andiono.

“Keempatnya ditangkap atas pengembangan dari terdakwa Nur Rochmad dengan barang bukti 4.000 butir pil ekstasi. Nur mengaku mendapat barang tersebut dari Muhammad Nova,” kata Adi. 

Adi membeberkan, pihaknya menemukan 6,2 kilogram sabu dan 64 pil ekstasi di kamar kos pasutri itu. Terdakwa Nova yang juga bandar telah tiga kali menerima ranjauan sabu dan ekstasi dari Karim Novianto alias Begejel.

“Nova meranjau tiga kilogram pil ekstasi ke Jalan Arjuno. Juga terdapat sabu yang diecer seberat 678 gram. Setiap mengantar sabu pesanan, Maftuh dan Andiono mendapat upah Rp 1 juta dari Nova,” jelas Adi.

Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Terdakwa Nova dan Rini diancam hukuman seumur hidup. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP