alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Kreatif Video Jadi Tren di Tengah Pandemi

05 Oktober 2020, 07: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

WORKSHOP VIDEOGRAFI: Sejumlah peserta Workshop Fotografi dan Videografi Komersial Di Tengah Pandemi Covid-19, saat langsung praktek pengambilan gambar dengan model yang disediakan, di Milieu Surabaya, Minggu (4/10).

WORKSHOP VIDEOGRAFI: Sejumlah peserta Workshop Fotografi dan Videografi Komersial Di Tengah Pandemi Covid-19, saat langsung praktek pengambilan gambar dengan model yang disediakan, di Milieu Surabaya, Minggu (4/10). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang siginifikan terhadap ekonomi, baik secara nasional maupun global. Tidak hanya skala besar, pengusaha ekonomi skala kecil pun turut mengalami penurunan pendapatan.

Namun, sejumlah sektor malah mengalami kenaikan. Salah satunya di bidang kreatif video komersial. "Perkembangan video komersial di masa pandemi, yang saya maksud di media sosial, bisa dikatakan mengalami peningkatan yang cukup siginifikan," kata Video Producer, Angga Ramadhan, Minggu (4/9).

Ditemui selepas mengisi workshop Advertorial Photo and Videography di Milieu Space Surabaya, ia mengatakan hal ini tak lepas dari dampak work from home (WFH). "Masyarakat sekarang lebih banyak buka HP dan lihat medsos, sehingga banyak klien yang menggalakkan online marketing salah satunya lewat video," katanya.

Menurut dia, kenaikan bisnis di bidang digital photography dan videography ini mencapai 50 persen. Mulai dari klien pengusaha kecil sampai besar. Angga mencontohkan seperti dirinya. Jika dulu membuat satu video dalam satu bulan, sekarang ia lebih produktif dengan karya yang lebih banyak. "Tren komersial video juga terus bergeser. Kalau sekarang ada tren single fotografer yang larinya ke editorial, bukan advertorial," jelasnya.

Dia menambahkan, sebelumnya klien lebih suka video yang memberikan story atau cerita. Namun sekarang, video dengan visual yang oke lebih banyak disuka. "Sekarang juga ramai videografer pakai gimbal. Komersial video terus tren, tapi tidak akan lari dari konsep klien," ujarnya.

Menurut Angga, kemampuan dasar dalam komersial video yang harus dikuasai videografer yakni mampu menghadapi klien seperti mengurangi ego sebagai artis.  "Setelah itu baru bikin video produksi. Kalau di produksi, tantangannya harus tetap mematuhi protokol. Padahal, kami kalau bikin video sampai ke luar kota dan ketemu banyak orang. Ini tantangannya," ujarnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP