alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Awas Gejala Mukosa Releases, Tanda Anak Terinfeksi Corona

05 Oktober 2020, 00: 02: 07 WIB | editor : Wijayanto

Awas Gejala Mukosa Releases, Tanda Anak Terinfeksi Corona

SURABAYA – Umumnya gejala virus Corona (Covid-19) yang dialami oleh pasien terutama anak adalah panas, batuk, sesak napas, hingga anosmia. Ternyata, ada gejala lain selain hal itu. Yakni, mukosa releases yang menimbulkan efek pada pencernaan dan permukaan tubuh luar.

Dokter spesialis anak RS Universitas Airlangga (RSUA) dr Robby Nur Hariansyah SpA mengatakan, virus Corona memiliki golongan yang sama dengan virus influensa lainnya. Artinya, semua virus tidak hanya Corona yang memiliki gejala cenderung ke mukosa releases.

“Permukaan tubuh bagian luar itu kulit, muka, mata. Ada juga kulit bagian dalam (mukosa) rongga mulut, hidung, pencernaan dan saluran usus. Gejala Covid ini bisa timbul mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki yang ada selaput lendirnya,” terang Robby, Minggu (4/10).

Menurutnya, saat pandemi COVID-19, semua gejala tampak mirip. Seperti influensa berdominan ke diare. Sedangkan Corona pada saluran napas, batuk, sesak dan infeksi paru. Karena itu, virus tersebut mudah menular sehingga semua gejala yang sebelumnya jarang timbul akan bermunculan.

Jika bicara statistik, gejala-gejala virus itu bervariasi. Seperti rotavirus yang 50 persen pada pencernaan, saluran nafas 10 persen. Sedangkan untuk Covid-19 justru kebalikannya. Saluran nafas 40-50 persen, saluran pencernaan sekitar 10-15 persen.

Dia menjelaskan, kalau yang terkena 100 ribu anak,  gejalanya bisa mencapai 10 persen sehingga yang terkena akan ada 10 ribu anak. “Jika ada 100 juta anak, gejalanya 10 persen itu sudah bisa menulari satu juta anak. Padahal, gejala itu bukan gejala dominan. Gejalanya ada dua, batuk dan panas sesuai dengan kriteria pemerintah. Tapi, virus Covid juga bisa menimbulkan keluhan pencernaan, mulai dari muntah, nyeri perut, kembung, serta diare,” jelasnya.

Di Surabaya sendiri, menurut Robby, ditemukan gejala keluhan pencernaan, mulai dari muntah, nyeri perut, kembung dan diare pada anak. Namun, gejala tersebut juga dibarengi oleh adanya virus lain yang masuk ke dalam tubuh anak. “Di Surabaya ada, tapi seringnya ada virus lain yang menyebabkan diarenya, kemudian dia ketularan. Yang menjadi berat itu tingkat penularannya,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP