alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pacu Kinerja Selama Pandemi, Intiland Perkuat Digital Marketing

02 Oktober 2020, 13: 30: 28 WIB | editor : Wijayanto

ANDALKAN DIGITAL: Apartemen The Rosebay yang dikembangkan Intiland. Lewat digital marketing, Intiland memacu penjualan hingga akhir tahun.

ANDALKAN DIGITAL: Apartemen The Rosebay yang dikembangkan Intiland. Lewat digital marketing, Intiland memacu penjualan hingga akhir tahun. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Di tengah pandemi Covid-19, developer terus berusaha melakukan terobosan untuk menggenjot kinerjanya hingga akhir tahun 2020. Di antaranya dengan memperkuat digital marketing untuk menyesuaikan dengan kondisi dan target marketnya.

Menurut Susan Pranata, direktur marketing PT Intiland Development Tbk, kondisi saat ini sebenarnya di luar perkiraan. Semua pengusaha pada awal tahun optimis ekonomi pada tahun ini akan membaik, karena suasananya akan lebih stabil pasca pemilihan umum presiden dan legislatif.

“Namun, tiba-tiba ada pandemi Covid-19. Ini semua di luar perkiraan kami. Saat ini kami ada 17 proyek dengan harga mulai Rp 400 juta hingga Rp 25 miliar,” terang Susan Pranata secara online.

Sebab itu, lanjutnya, pihaknya akan terus memperkuat strategi. Salah satunya adalah memperkuat digital marketing. Saat ini, digital marketing merupakan media yang paling pas dengan kondisi sekarang. Sebab, pihaknya masih bias menjelaskan detail proyek yang dikembangkan tanpa harus ketemu klien.

Dia mengakui pada awalnya memang agak sulit. Tapi karena terbiasa dengan kondisi tersebut, maka hal itu justru akan menjadi pilihan terbaik saat ini. Bahkan, dia yakin ke depan digital marketing akan menjadi strategi paling menarik. Selain itu juga fokus pada  target market masing-masing project.

“Saat ini digital marketing memang masih cocok untuk market middle low dengan harga Rp 2 miliar ke bawah. Market middle up masih konvesional karena ada personal approach. Namun tahun depan, kami yakin digital akan menguasai sekitar 70 persen,” tambahnya.

Harto Laksono, direktur PT Intiland Grande –anak usaha PT Intiland Group– menambahkan, selain memperkuat digital marketing, selama tiga bulan terakhir hingga Desember 2020, pihaknya akan terus meningkatkan penjualan dengan beberapa program lainnya.

Tujuannya memberikan kemudahan pada customer di tengah tekanan pandemi Covid-19. Di antaranya kerja sama dengan banyak bank pemberi KPR/KPA untuk semua proyek yang dikembangkan Intiland Group baik di Surabaya dan Jakarta dengan bunga 4,5 persen fixed tiga tahun.

Dengan kemudahan yang diberikan, pihaknya berharap customer tetap bisa mengatur cashflow keuangannya dengan baik. Bahkan untuk market milenial yang menjadi salah satu target market utama perseroan, mereka bisa mengatur besarnya cicilan yang harus dikeluarkan.  

Di Surabaya pihaknya mengembangkan 6 project berupa landed house, apartemen maupun office seperti Praxis, The Rosebay, Graha Golf, Graha Natura, Spazio Tower dan Sumatera 36. Pihaknya juga memberikan kemudahan berupa cicilan DP hingga 24 bulan dan bebas biaya KPR.

“Lewat program Story Fabulous Friday, kami tiga bulan terakhir dari proyek di Surabaya ada transaksi Rp 200 miliar. Sementara secara grup targetnya sekitar Rp 500 miliar,” tandas Harto Laksono. (fix/jay)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP