alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Terinspirasi Alam Hadirkan Busana Ready to Wear

01 Oktober 2020, 03: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

BIDIK MILENIAL: Sebanyak 4 orang model berpose dengan busana karya beberapa desainer APPMI Jatim di Grand City Mall Surabaya.

BIDIK MILENIAL: Sebanyak 4 orang model berpose dengan busana karya beberapa desainer APPMI Jatim di Grand City Mall Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur menggelar pameran fashion milenial sekaligus pembukaan galeri baru di Grand City Mal Surabaya, kemarin.

Dalam pembukaan gelery yang diberi nama Erbe tersebut, ada empat rancangan anggota APPMI yang diperagakan. Yakni busana muslim, ready to wear, pesta, dan busana alat pelindung diri (APD) yang semua ditujukan untuk kalangan milenial yang menyukai kepraktisan namun tetap modis.

Salah satunya adalah busana rancangan Riris Ghofir. Desainer busana muslim asal Gresik ini membuat busana berkonsep sweet garden yang terinspirasi dari taman bunga Wisata Alam Gosari (Wagos) di kawasan Ujung Pangkah, Gresik.

“Karena dari Gresik, saya terinspirasi dari taman wisata itu untuk membuat busana. Bagaimana caranya membuat busana ready to wear gaun pesta, lengkap dengan maskernya,” kata Riris saat ditemui usai pembukaan gerai Erbe di Grand City Mal.

Untuk membuat busana tersebut, Riris menggunakan bahan kain linen, kain tafetta dan serutu tile sebagai basic. Sedangkan untuk pewarnaan, dia menggunakan print kain satin cavali.

“Ada ornamen bunga di wagesnya dengan warna kuning, merah dan sebagaianya. Jenisnya juga banyak. Ada ready to wear, evening gown, semi resmi juga ada. Ada empat warna yang saya pakai yaitu rose gold, kuning mustard, merah maroon dan merah muda,” terangnya.

Tak kalah menariknya busana rancangan Ulfa Mumtaza yang memamerkan gaun pesta bercorak batik. Kain batik yang digunakan oleh Ulfa adalah batik motif Kawung, Truntung dan Lurik yang diberi logo atau brand sendiri. “Saya terinspirasi selama pandemi ini, bagaimana caranya membuat baju simpel tetapi beda. Kalau modelnya sih, daily dress saja,” ucapnya.

Untuk bahan, Ulfa menggunakan kain linen yang nyaman dipakai. Karena itu busana ini cocok dan nyaman dipakai baik saat di dalam maupun luar ruangan. “Bisa untuk pengajian dan untuk kegiatan yang lain. Pastinya cocok bagi milenial yang tidak ingin ribet,” jelas desainer asal Madiun ini.

Ia menambahkan, untuk membeli baju rancangannya, kini tidak perlu datang jauh-jauh ke Madiun. Tapi bisa langsung njujug ke gerai Erbe di lantai 2 Grand City Mal Surabaya. “Syukur alhamdulillah ada wadah buat teman-teman desainer sekarang. Selain itu memudahkan kastemer mencari baju. Walaupun online juga bisa, tapi lebih senang datang dan memilih langsung ke sini,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP